Kiper Andre Onana dilaporkan bertekad kuat untuk kembali ke Manchester United dan merebut kembali posisi penjaga gawang utama dari Senne Lammens, yang saat ini tengah bersinar di bawah mistar gawang Setan Merah. Onana, yang kini menjalani masa pinjaman di klub Turki Trabzonspor, akan kembali ke Old Trafford pada Mei 2026 setelah masa pinjamannya berakhir.
Keputusan Onana untuk memperjuangkan tempatnya muncul di tengah performa impresif Senne Lammens, kiper berusia 23 tahun asal Belgia, yang telah menjadi pilihan utama Manchester United sepanjang musim 2025/2026. Lammens didatangkan dari Royal Antwerp dengan biaya £18 juta pada hari terakhir bursa transfer September 2025, menyusul serangkaian penampilan inkonsisten Onana di musim sebelumnya.
Perjalanan Onana dan Kebangkitan Lammens
Andre Onana, yang didatangkan Manchester United dari Inter Milan pada Juli 2023 dengan nilai £44 juta, memiliki kontrak tersisa dua tahun. Namun, performa yang tidak konsisten dan beberapa kesalahan fatal pada musim 2024/2025 membuat mantan manajer Ruben Amorim mencadangkannya dan akhirnya meminjamkannya ke Trabzonspor. Selama di Turki, Onana telah membuat 20 penampilan.
Sementara itu, Senne Lammens dengan cepat beradaptasi dan menjadi sosok yang menenangkan di lini belakang United. Ia telah mencatatkan lima clean sheet dalam 21 pertandingan Liga Primer dan menunjukkan ketenangan luar biasa. Penampilan puncaknya terjadi dalam kemenangan 1-0 atas Everton pada 23 Februari 2026, di mana ia dinobatkan sebagai Man of the Match berkat penyelamatan-penyelamatan krusial dan kemampuannya mengatasi bola-bola mati.
Pujian dari Michael Carrick dan Dukungan untuk Onana
Manajer interim Manchester United, Michael Carrick, tidak sungkan melontarkan pujian untuk Lammens. “Bagi saya, sebagai seorang kiper, harus bisa diandalkan, dapat dipercaya. Daripada menciptakan kekacauan, Anda ingin mereka menghilangkan kekacauan dan menenangkan keadaan. Saya pikir Senne adalah sosok itu,” ujar Carrick setelah pertandingan melawan Everton. Carrick bahkan menyebut Lammens sebagai “pemain terbaik di lapangan” pada laga tersebut.
Meskipun Lammens tampil gemilang, Andre Onana tetap teguh pada niatnya. Sahabatnya, mantan bintang Kamerun dan Chelsea, Geremi, meyakini Onana memiliki kapasitas untuk membalikkan keadaan. “Dengar, saya mengenal Andre dengan sangat baik dan selama waktunya di United ada banyak hal yang tidak beres… Dia jelas berbakat dan bakatnya langka. Hal berikutnya adalah dia kembali ke sana dan berjuang untuk tempatnya. Andre selalu unggul ketika dihadapkan pada tantangan. Dia berkembang ketika diberi kesempatan yang adil untuk membuktikan dirinya,” kata Geremi kepada Telecom Asia.
Tantangan Berat di Musim Panas
Dengan Michael Carrick yang kini menjabat sebagai manajer interim dan pihak klub sedang mencari pengganti jangka panjang untuk Ruben Amorim yang dipecat pada Januari, masa depan posisi kiper utama United akan menjadi salah satu sorotan utama di musim panas. Lammens, yang berusia 23 tahun dengan tinggi 193 cm dan fisik yang kokoh, telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kiper dengan “goals prevented” tertinggi di Liga Primer sejak debutnya.
Reaksi penggemar Manchester United terhadap situasi ini terpecah. Beberapa menghargai mentalitas Onana untuk berjuang, sementara yang lain merasa Lammens telah mengamankan posisinya dan kembalinya Onana akan sulit. Selain Lammens, skuad kiper United juga memiliki Altay Bayindir sebagai kiper kedua dan veteran Tom Heaton. Pertarungan untuk posisi nomor satu di bawah mistar gawang Manchester United dipastikan akan memanas menjelang musim baru.