Pesisir Selatan – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok I di Nagari Duku, Kecamatan XI Koto Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pembangunan jembatan ini merupakan respons pemerintah pusat atas robohnya jembatan lama akibat banjir bandang pada 8 Maret 2024.
Kunjungan Kerja dan Penegasan Komitmen
Dalam kunjungannya pada Senin (9/2/2026), Andre Rosiade didampingi oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Elsa Putra Friandi; Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi; serta anggota DPRD Pesisir Selatan dari Partai Gerindra, Andra Respati. Di hadapan warga setempat, Andre menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam memulihkan infrastruktur vital yang terdampak bencana di Pesisir Selatan.
Andre Rosiade mengimbau agar jembatan yang baru dibangun ini dapat dijaga bersama oleh pemerintah nagari dan seluruh masyarakat. Ia secara khusus mengingatkan bahwa jembatan tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Penggunaan oleh kendaraan roda empat hanya diizinkan dalam kondisi darurat, seperti untuk ambulans.
“Jangan sampai truk atau mobil bermuatan berat lewat. Jembatan ini mahal, uang negara, uang rakyat. Harus kita jaga bersama,” tegas Andre Rosiade dalam keterangannya.
Harapan Pemulihan Akses dan Ekonomi
Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat segera mengakhiri persoalan isolasi yang dihadapi warga, memulihkan konektivitas antarwilayah, serta menggerakkan kembali roda perekonomian dan akses terhadap pelayanan dasar bagi masyarakat Nagari Duku dan sekitarnya.
Andre Rosiade menambahkan, pembangunan jembatan ini merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Lima jembatan gantung di Pesisir Selatan yang rusak akibat galodo 2024 harus dibangun kembali. Alhamdulillah, tiga sudah mulai dibangun: Koto Rawang, Lumbok Gadan, dan Duku Subarang Solok I. Dua lagi akan menyusul,” ungkapnya, yang disambut antusias oleh tepuk tangan warga.
Apresiasi dari Warga dan Pemerintah Daerah
Wali Nagari Duku Induk, Eridal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan oleh warganya. Sejak jembatan lama roboh, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta akses terhadap layanan kesehatan warga terganggu secara signifikan.
“Kami sudah hampir dua tahun menunggu. Terima kasih Pak Andre Rosiade. Jembatan ini sangat membantu masyarakat,” ujar Eridal.
Hal senada juga disampaikan oleh Camat Koto XI Tarusan, Lani. Ia menyebut kehadiran Andre Rosiade menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang terdampak bencana.
“Terima kasih atas kedatangan Pak Andre Rosiade ke Pessel. Memastikan pembangunan jembatan gantung,” katanya.
Detail Teknis Pembangunan Jembatan
Kepala BPJN Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok I telah dikontrakkan sejak 11 November 2025. Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 240 hari kalender dan ditargetkan rampung pada 8 Juli 2026, dilanjutkan dengan masa pemeliharaan hingga Juli 2027.
Jembatan dengan panjang bentang 100 meter ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 10,55 miliar. Desain jembatan ini dirancang agar lebih aman, dengan elevasi 1,5 meter lebih tinggi dari jembatan sebelumnya untuk mengantisipasi potensi banjir dan galodo di masa mendatang.






