Angkutan Barang Kereta Budapest-Beograd Resmi Beroperasi di Hungaria, Perkuat Konektivitas Eropa Tengah

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

Layanan pada seksi dari jalur kereta api Budapest-Beograd secara resmi kembali beroperasi pada Jumat, 27 Februari 2026, tepat setelah tengah malam. Kereta kargo pertama dilaporkan berangkat dari Stasiun Ferencvaros di Budapest, menandai tonggak penting bagi proyek infrastruktur strategis ini.

Proyek kereta api Budapest-Beograd merupakan inisiatif unggulan di bawah payung (BRI) Tiongkok, yang dibangun bersama oleh Tiongkok, Hungaria, dan . Tujuannya adalah untuk menghubungkan kedua ibu kota dan memodernisasi jaringan transportasi di kawasan tersebut.

Detail Seksi Hungaria dan Standar Eropa

Seksi Hungaria dari jalur kereta api ini membentang sepanjang sekitar 158,6 kilometer dan merupakan jalur listrik yang dirancang untuk mengangkut penumpang dan barang. Jalur ini mampu mencapai kecepatan maksimum 160 kilometer per jam. Pembangunan seksi Hungaria, yang dikerjakan bersama oleh China Railway Group Limited dan perusahaan lokal Hungaria, dimulai pada Juli 2020, dengan fase konstruksi teknik sipil utama dimulai pada Februari 2022. Beberapa sumber lain menyebutkan dimulainya konstruksi pada Oktober 2021.

Proyek ini juga menjadi kali pertama teknologi dan peralatan kereta api Tiongkok diselaraskan dengan Spesifikasi Teknis untuk Interoperabilitas (TSI) Uni Eropa, memastikan kompatibilitas dengan standar perkeretaapian Eropa. CEO MÁV Group, Zsolt Hegyi, menyatakan bahwa semua pengukuran dan uji coba jalur telah mengonfirmasi bahwa jalur tersebut memenuhi setiap persyaratan infrastruktur dan keselamatan yang diperlukan untuk kereta barang.

Konektivitas Regional dan Dampak Ekonomi

Sebelumnya, seksi Serbia dari jalur kereta api ini telah beroperasi penuh sejak Oktober tahun lalu (Oktober 2025), dengan seksi Novi Sad-Subotica diresmikan pada 3 Oktober 2025. Setelah seluruh jalur beroperasi penuh, waktu perjalanan antara Budapest dan Beograd diperkirakan akan terpangkas drastis dari sekitar delapan jam menjadi sekitar tiga setengah jam.

Peningkatan konektivitas ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran orang dan transportasi barang secara signifikan, mendorong pembangunan ekonomi di sepanjang rute, serta memperkuat konektivitas di seluruh Eropa Tengah dan Timur. Jalur ini juga dipandang penting untuk memfasilitasi lalu lintas ke dan dari Pelabuhan Piraeus di Yunani, sebuah pusat logistik utama yang dikelola oleh raksasa logistik Tiongkok, COSCO.

Layanan Penumpang dan Peringatan Keselamatan

Layanan penumpang di seksi Hungaria diharapkan akan dimulai segera setelah layanan angkutan barang, kemungkinan antara akhir Februari dan pertengahan Maret 2026. Menteri Konstruksi dan Transportasi Hungaria, János Lázár, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa lalu lintas barang di seksi Hungaria akan dibuka pada 27 Februari, dengan layanan penumpang akan menyusul.

Meskipun demikian, Zsolt Hegyi dari MÁV Group mengingatkan para pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas di perlintasan sebidang. “Penduduk setempat telah terbiasa dalam waktu yang lama dengan tidak adanya kereta api di jalur ini, tetapi mulai sekarang, kendaraan kereta api akan kembali melintas secara teratur dengan kecepatan tinggi. Kami sangat meminta semua orang untuk tidak mengandalkan kebiasaan: dekati perlintasan sebidang dengan kepatuhan penuh terhadap Peraturan Lalu Lintas Jalan dan kehati-hatian yang semestinya!” tegas Hegyi. Badan sertifikasi TÜV juga sedang melakukan inspeksi keselamatan akhir pada jalur tersebut untuk memastikan tingkat keamanan tertinggi.

Untuk mendukung operasional, operator Serbia, Srbija Voz, berencana mengerahkan lima unit kereta rel listrik CRRC Changchun. Sementara itu, Hungaria juga berencana untuk membeli 100 kereta api dari Tiongkok.