Pelatih kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, menyuarakan tekad kuat jelang laga tandang krusial menghadapi Persela Lamongan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, di Stadion Surajaya, Lamongan, pukul 20.30 WIB, dianggap Ansyari sebagai sebuah final yang wajib dimenangkan oleh skuad Super Elang Jawa.
Laga ini memiliki bobot penting mengingat posisi PSS Sleman yang saat ini memimpin klasemen sementara Grup B Liga 2 dengan 42 poin, menunjukkan performa yang sangat baik dengan 12 kemenangan, 6 seri, dan hanya 2 kekalahan dari 20 pertandingan. Sementara itu, Persela Lamongan, yang berjuluk Laskar Joko Tingkir, berada di peringkat keenam dengan 30 poin, mengemas 8 kemenangan, 6 seri, dan 6 kekalahan.
Ansyari Lubis menekankan bahwa setiap pertandingan di putaran ketiga kompetisi ini adalah penentu. “Sekarang sudah memasuki putaran ketiga. Bagi saya, setiap pertandingan adalah final. Laga besok kita harus bisa mengambil poin, tidak boleh lengah dan kehilangan fokus. Kami harus fight, kerja keras, dan berjuang maksimal,” tegas Ansyari. Ia memastikan kondisi fisik pemain PSS dalam keadaan prima setelah menjalani sesi pemulihan dan peningkatan intensitas latihan pasca-laga sebelumnya melawan Persipura Jayapura.
Catatan pertemuan kedua tim musim ini menjadi motivasi tambahan bagi PSS. Dalam dua duel sebelumnya di Championship 2025/2026, PSS Sleman belum mampu meraih kemenangan, hanya mencatatkan satu hasil imbang dan satu kekalahan dari Persela. Salah satu hasil tersebut adalah kekalahan 2-1 di kandang Persela pada 25 Oktober 2025, dan hasil imbang 1-1 di markas PSS pada 18 Januari 2026. Secara historis, dari tujuh pertemuan sejak 2019, Persela unggul dengan dua kemenangan berbanding satu kemenangan PSS, sementara empat laga lainnya berakhir imbang.
Kedua tim juga menghadapi tantangan absennya pemain kunci. PSS Sleman dipastikan tidak akan diperkuat penyerang andalannya, Gustavo Tocantins, yang harus absen karena akumulasi kartu. Di kubu Persela, pelatih Bima Sakti Tukiman menghadapi krisis pemain setelah beberapa anak asuhnya diganjar kartu. Striker Titan Agung dan gelandang asing Jhon Mena dipastikan menepi akibat larangan bermain karena kartu merah. Bima Sakti menyoroti kurangnya kontrol emosi para pemainnya yang berujung pada banyaknya kartu. “Saya sudah ingatkan ke pemain untuk menjaga kontrol karena dampaknya luar biasa untuk tim,” jelas Bima Sakti.
Dengan segala dinamika tersebut, pertandingan antara Persela Lamongan dan PSS Sleman diprediksi akan berjalan sengit. PSS berambisi memutus tren negatif dan mengamankan poin penuh demi menjaga posisi puncak klasemen, sementara Persela akan berjuang keras di kandang sendiri meski dengan skuad yang pincang.