Anthoni Salim Kantongi Rp398 Miliar dari Dividen Final BBCA Tahun Buku 2025

anthoni salim, bbca, dividen, bank central asia, salim group

Konglomerat diperkirakan akan menerima aliran dana segar senilai nyaris Rp400 miliar dari pembagian final PT Tbk () untuk tahun buku 2025. Jumlah fantastis ini menjadi bagian dari total dividen yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BBCA pada 12 Maret 2026 lalu.

Berdasarkan keputusan RUPST, BBCA menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham untuk kinerja tahun buku 2025. Angka ini mencakup dividen interim sebesar Rp55 per saham yang telah dibayarkan pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibayarkan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp281 per saham.

Anthoni Salim, melalui kepemilikannya di BBCA, tercatat menggenggam sekitar 1,416 miliar saham atau setara dengan 1,15% dari total saham beredar. Dengan porsi kepemilikan tersebut, ia berhak atas dividen final sekitar Rp398 miliar. Secara keseluruhan, BBCA mengalokasikan total dividen tunai mencapai Rp41,4 triliun, atau sekitar 72% dari laba bersih perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp57,5 triliun.

Jadwal pembayaran dividen final ini telah ditetapkan. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah 27 Maret 2026, sementara ex dividen jatuh pada 30 Maret 2026. Tanggal pencatatan (recording date) bagi pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah 31 Maret 2026, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 8 April 2026.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam keterangannya menyampaikan komitmen perseroan. “BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan prudent pada tahun 2026,” ujarnya. Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp5 triliun.

Selain Anthoni Salim, pemegang saham pengendali utama BBCA adalah PT Dwimuria Investama Andalan, entitas milik keluarga Hartono (Grup Djarum), yang memiliki sekitar 54,94% saham.