Api Abadi Mrapen di Grobogan Padam Akibat Lumpur Tutup Saluran Gas

Author Image

Irfan

3 Februari 2026

Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (3/2/2026). (foto: Ardian Dwi Kurnia/detikjateng)
Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (3/2/2026). (Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

Objek wisata legendaris Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan padam sejak awal Januari 2026. Kondisi ini sontak mengecewakan para wisatawan yang telah menempuh perjalanan jauh untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.

Kekecewaan Pengunjung

Pada Minggu (1/2/2026), sejumlah wisatawan terlihat mendatangi lokasi Api Abadi Mrapen. Mereka datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus berukuran sedang. Menyadari kondisi api yang padam, pengelola objek wisata memutuskan untuk menggratiskan retribusi masuk. Pemberlakuan gratis ini telah dimulai sejak Kamis, 1 Januari 2026, padahal biasanya pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 2.500.

“Retribusi kita nggak narik dulu, soalnya kan apinya padam,” ujar Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, kepada detikJateng di lokasi.

Seorang pengunjung bernama Aziz (31), yang datang dari Gunungpati, Semarang, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam namun mendapati api sudah tidak menyala. “Perjalanan tadi sekitar 2,5 jam dari Gunungpati, Semarang. Pas sampai sinilhakok apinya mati,” tuturnya kepada detikJateng.

Penyebab Api Padam: Lumpur Sumbat Saluran Gas

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah telah melakukan peninjauan ke lokasi Api Abadi Mrapen. Hasil pemeriksaan mengindikasikan bahwa padamnya api disebabkan oleh saluran gas yang tertutup lumpur.

“Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” jelas Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, di lokasi Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, pada Selasa (3/2/2026).

Menurut Dwi Suryono, Api Abadi Mrapen sebenarnya tidak padam total, melainkan hanya mengalami penurunan tekanan gas. Ia memastikan bahwa sumber gas yang menyuplai api abadi tersebut masih cukup banyak. Rencananya, sumur gas yang menjadi sumber suplai api abadi akan segera dibersihkan untuk mengembalikan tekanan gas seperti semula.