Arman, Warga Lokal Pangkep yang Jadi Kunci Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500

Author Image

Irfan

19 Januari 2026

Foto: Arman, Warga Tompobulu, Pangkep, Ikut Membantu Tim Sar Mencari Korban Pesawat Atr 42 500 Yang Jatuh Di Gunung Bulusaraung, Pangkep. (muhammad Subhan/detikulsel)
Foto: Arman, warga Tompobulu, Pangkep, ikut membantu tim SAR mencari korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep. (Muhammad Subhan/detikulsel)

Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari ketiga dengan melibatkan warga lokal. Salah satu warga yang berperan krusial adalah Arman (38), yang ditunjuk sebagai penunjuk jalan karena keahliannya memahami medan ekstrem di kawasan tersebut.

Peran Arman dalam Operasi SAR

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa tim SAR gabungan akan mengandalkan panduan dari masyarakat lokal, khususnya Arman. “Memang ini jalur ekstrem yang akan kita lalui. Saya sampaikan jalur ekstrem, nanti kita dipandu sama masyarakat, Pak Arman,” ujar Andi Sultan saat memberikan pengarahan kepada tim SAR, Senin (19/1/2026).

Keterlibatan Arman bukan tanpa alasan. Ia telah membuktikan perannya dalam penemuan satu-satunya korban yang berhasil diidentifikasi sejauh ini. Komandan Korem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengonfirmasi peran penting Arman dan Polisi Hutan (Polhut) yang kerap menjelajahi area tersebut.

“Pak Arman, beliau lah salah satu penunjuk jalan. Pak Arman sama Polhut yang sudah sering masuk ke dalam,” ungkap Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan dalam pengarahannya sebelum tim SAR memulai tugasnya.

Penemuan Jenazah Korban

Jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang berjenis kelamin laki-laki, pertama kali ditemukan oleh Arman pada Minggu (18/1). Ia melaporkan penemuan tersebut kepada tim SAR.

“Saya temukan sekitar jam 2 siang,” ujar Arman kepada wartawan di Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep, Minggu (18/1), mengonfirmasi waktu penemuan jenazah tersebut.