Liverpool kembali mengukir sejarah di kancah Premier League setelah meraih kemenangan telak 5-2 atas West Ham United dalam laga yang berlangsung di Anfield pada Sabtu sore, 28 Februari 2026. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting bagi The Reds, tetapi juga mencatatkan rekor baru yang terbilang unik di kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut.
Dalam pertandingan sengit tersebut, Liverpool berhasil mencetak tujuh gol beruntun di Premier League yang berasal dari situasi bola mati non-penalti. Ini merupakan rekor terpanjang dalam sejarah kompetisi, menunjukkan efektivitas luar biasa skuad asuhan Arne Slot dalam memanfaatkan peluang dari tendangan bebas dan sepak pojok.
Dominasi Bola Mati di Anfield
Pada laga kontra West Ham, tiga dari lima gol Liverpool tercipta dari skema sepak pojok di babak pertama. Hugo Ekitike membuka keunggulan The Reds pada menit kelima, disusul oleh gol ke-28 Virgil van Dijk untuk klub dari situasi bola mati, dan ditutup dengan tendangan keras Alexis Mac Allister yang juga berasal dari sepak pojok.
Rentetan gol bola mati ini dimulai sejak Januari 2026, ketika Ibrahima Konate mencetak gol dari sepak pojok saat Liverpool mengalahkan Newcastle United 4-1. Setelah itu, gol penentu kemenangan Van Dijk dari sepak pojok melawan Sunderland, tendangan bebas Dominik Szoboszlai saat takluk 2-1 dari Manchester City, dan gol kemenangan Mac Allister dari bola mati melawan Nottingham Forest turut menyumbang pada rekor impresif ini.
Perjalanan Liverpool di Bawah Arne Slot
Di bawah arahan pelatih kepala Arne Slot, yang diumumkan sebagai suksesor Jürgen Klopp pada 20 Mei 2024, Liverpool menunjukkan performa yang menjanjikan. Kemenangan atas West Ham ini menjaga asa Liverpool dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan, dengan mereka saat ini menduduki peringkat kelima klasemen sementara Premier League, berbagi poin dengan rival abadi Manchester United.
Musim 2024-2025 menjadi periode yang gemilang bagi Liverpool. Mereka berhasil merengkuh gelar juara Premier League pada 27 April 2025, setelah menundukkan Tottenham Hotspur 5-1 di kandang. Ini merupakan gelar liga pertama mereka sejak musim 2019-2020 dan gelar liga ke-20 sepanjang sejarah klub, menyamai rekor. Arne Slot juga mencatatkan namanya sebagai manajer ketujuh yang berhasil memenangkan Premier League di musim debutnya. Selain itu, Liverpool juga mencetak rekor klub dengan selalu mencetak gol di setiap pertandingan tandang dalam satu musim liga untuk pertama kalinya.
Rekor Individu dan Peristiwa Penting Lainnya
Bintang Mesir, Mohamed Salah, juga terus menorehkan catatan fantastis. Pada 29 Desember 2024, dalam kemenangan 5-0 atas West Ham, Salah mencatatkan satu gol dan dua assist. Ini adalah kali kedelapan dalam satu musim Premier League ia berhasil mencetak gol dan assist dalam pertandingan yang sama, sebuah rekor baru di kompetisi tersebut. Ia juga mencapai 20 gol di semua kompetisi untuk musim kedelapan berturut-turut. Pada 14 April 2025, Salah memecahkan rekor keterlibatan gol terbanyak dalam satu musim Premier League 38 pertandingan, dengan 45 keterlibatan (27 gol dan 18 assist) dalam kemenangan 2-1 atas West Ham.
Namun, musim 2025-2026 juga diwarnai duka mendalam bagi Liverpool dengan meninggalnya penyerang Diogo Jota dalam kecelakaan mobil pada 3 Juli 2025. Sebagai bentuk penghormatan, nomor punggung 20 miliknya dipensiunkan pada 11 Juli 2025.
Di sisi lain, Liverpool juga membuat gebrakan di bursa transfer. Pada 1 September 2025, The Reds memecahkan rekor transfer Inggris dengan mendatangkan Alexander Isak dari Newcastle United senilai £125 juta. Klub juga merayakan pertandingan kompetitif ke-6.000 mereka pada 18 Januari 2025, dengan kemenangan 2-0 atas Brentford di Premier League.