Arsenal Bungkam Chelsea 2-1, Dua Gol Bola Mati Perkokoh Puncak Klasemen Liga Inggris

arsenal, chelsea, liga inggris, william saliba, jurrien timber

berhasil menundukkan rival sekota, , dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan pekan ke-28 musim 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Emirates Stadium, London, pada Minggu (1/3/2026) malam WIB tersebut menjadi bukti keampuhan Arsenal dalam memanfaatkan skema bola mati, sekaligus memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sementara.

Dua gol kemenangan The Gunners dicetak oleh William Saliba pada menit ke-21 dan di menit ke-66. Menariknya, seluruh gol yang tercipta dalam laga ini, termasuk gol bunuh diri Chelsea, berasal dari situasi sepak pojok.

Dominasi Bola Mati Arsenal

Sejak awal laga, Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan lini pertahanan Chelsea. Kebuntuan pecah pada menit ke-21 ketika William Saliba berhasil menyundul bola masuk ke gawang Chelsea. Gol ini berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi Bukayo Saka, kemudian Gabriel Magalhaes meneruskan dengan sundulan ke tengah kotak penalti sebelum diselesaikan oleh Saliba.

Chelsea sempat memberikan respons menjelang akhir babak pertama. Melalui situasi bola mati, tendangan sudut Reece James membentur kepala bek Arsenal, Piero Hincapie, yang secara tidak sengaja berujung pada gol bunuh diri di menit ke-45+2. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Arsenal kembali menunjukkan keunggulan mereka dalam memanfaatkan set-piece. Pada menit ke-66, Jurrien Timber berhasil lolos dari kawalan dan menyundul bola hasil sepak pojok Declan Rice, membawa Arsenal kembali unggul 2-1.

Kartu Merah dan Rekor Set-Piece

Situasi semakin sulit bagi Chelsea setelah Pedro Neto menerima kartu kuning kedua pada menit ke-70 usai melanggar Gabriel Martinelli, memaksa The Blues bermain dengan sepuluh pemain.

Kemenangan ini tidak hanya krusial bagi Arsenal dalam perburuan gelar, tetapi juga menyoroti efektivitas mereka dalam skema bola mati. Menurut statistik Opta, Arsenal kini telah mencetak 16 gol dari sepak pojok di Premier League musim ini. Angka tersebut menyamai rekor yang pernah dicatatkan oleh Oldham Athletic pada musim 1992-1993, West Bromwich Albion pada 2016-2017, dan Arsenal sendiri pada 2023-2024. Dengan sembilan pertandingan tersisa, The Gunners berpeluang besar memecahkan rekor tersebut.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyambut baik julukan ‘Set-Piece FC’ yang disematkan kepada timnya. “Kami tahu pentingnya duel individu dalam situasi bola mati karena Chelsea adalah tim top dalam menyerang dan bertahan. Sangat penting untuk memiliki opsi-opsi ini,” ujar Arteta.

Di sisi lain, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengungkapkan kekecewaannya. “Kebobolan dua gol dari bola mati, yang pada akhirnya merugikan kami dalam pertandingan, sangat mengecewakan,” kata Rosenior. Chelsea sendiri tercatat telah kebobolan sembilan gol dari set-piece dalam 13 pertandingan terakhir di bawah asuhan Rosenior, dengan lima di antaranya terjadi saat melawan Arsenal.

Implikasi Klasemen dan Dominasi Derby

Dengan tambahan tiga poin ini, Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan raihan 64 poin dari 29 pertandingan. Mereka kini unggul lima poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua, meskipun City memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Sementara itu, Chelsea tertahan di peringkat keenam dengan 45 poin dari 28 pertandingan. Hasil ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal atas Chelsea di Premier League menjadi sembilan pertandingan terakhir, dan sebelas pertandingan di semua kompetisi.