Arsenal saat ini memegang kendali di puncak klasemen Liga Primer Inggris musim 2025/2026, memimpin perburuan gelar yang semakin memanas. Tim asuhan Mikel Arteta mengumpulkan 58 poin dari 27 pertandingan, menorehkan 17 kemenangan, 7 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan. Keunggulan lima poin atas pesaing terdekat, Manchester City, dan delapan poin dari Aston Villa di posisi ketiga, menempatkan The Gunners dalam posisi yang menjanjikan menjelang fase krusial musim ini.
Meski demikian, perjalanan Arsenal tidak sepenuhnya mulus. Setelah menunjukkan performa ‘Sangat Baik’ secara keseluruhan musim ini, mereka menghadapi periode inkonsistensi di awal tahun 2026. Dari delapan pertandingan liga yang dimainkan tahun ini, Arsenal hanya mampu meraih tiga kemenangan, memicu kekhawatiran akan ‘goyangan besar’ dalam upaya perebutan gelar mereka. Dua pertandingan terakhir mereka berakhir imbang, yakni 1-1 melawan Brentford dan 2-2 saat bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers.
Kekuatan dan Tantangan Statistik
Secara statistik, Arsenal menunjukkan dominasi yang patut diacungi jempol. Mereka telah mencetak 52 gol, menjadikannya tim dengan gol terbanyak kedua di liga, dan hanya kebobolan 20 gol, rekor terbaik di Premier League. Selisih gol +32 juga menjadi yang tertinggi. Rata-rata 1,9 gol per pertandingan dan hanya 0,74 gol kebobolan per laga menunjukkan keseimbangan tim yang solid. Pertahanan mereka juga terbukti tangguh dengan 48% pertandingan berakhir tanpa kebobolan.
Di kandang sendiri, Emirates Stadium, Arsenal tampil perkasa dengan 10 kemenangan, 2 imbang, dan hanya 1 kekalahan, mengumpulkan 32 poin. Sementara itu, rekor tandang mereka juga cukup baik dengan 7 kemenangan, 5 imbang, dan 2 kekalahan, menghasilkan 26 poin. Penyerang Viktor Gyökeres menjadi top skor tim dengan 8 gol, didukung oleh Leandro Trossard yang telah menyumbangkan 5 assist.
Optimisme Arteta dan Persaingan Ketat
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tetap optimistis namun realistis mengenai tantangan yang ada. Ia meyakini bahwa persaingan gelar musim ini sangat ketat, dengan delapan hingga sembilan tim memiliki ‘bahan yang tepat’ untuk memenangkan liga. Arteta menekankan pentingnya ‘kesempurnaan’ untuk meraih gelar, mengingat performa kuat di musim-musim sebelumnya yang belum cukup mengantarkan mereka menjadi juara.
“Setiap tahun kami harus melihat bagaimana perkembangannya, tetapi saya melihat keseimbangan yang tepat dalam hal kematangan, pengalaman, pemain muda, rasa lapar, dan semua bahan ini ada di sana,” ujar Arteta, seperti dilaporkan oleh The Sun. Ia juga menambahkan, “Masalahnya adalah ada enam, tujuh, delapan klub lain di liga yang memiliki bahan yang tepat untuk menang dan hanya akan ada satu pemenang. Jadi, kami harus sangat fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan, yang bisa kami lakukan, untuk mencapai apa yang kami inginkan di akhir musim.”
Investasi besar sebesar £200 juta di bursa transfer musim panas, dengan mendatangkan pemain seperti Martin Zubimendi, Christian Norgaard, Kepa Arrizabalaga, dan Noni Madueke, serta potensi kedatangan Viktor Gyokeres dan Cristhian Mosquera, menunjukkan keseriusan Arsenal dalam memperkuat kedalaman skuad. Kedatangan Gyökeres secara khusus diharapkan dapat mengatasi kebutuhan akan pencetak gol reguler.
Ujian Derby London Utara dan Jadwal Krusial
Arsenal akan menghadapi ujian berat dalam Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur pada Minggu, 22 Februari 2026. Pertandingan ini menjadi sangat penting untuk menjaga momentum dan memperlebar jarak di puncak klasemen. Kabar baiknya, Martin Ødegaard dan Kai Havertz memiliki ‘kemungkinan besar’ untuk kembali memperkuat tim dalam laga derby tersebut.
Secara historis, Arsenal memiliki rekor impresif dalam Derby London Utara, tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir dan memenangkan empat kunjungan terakhir mereka ke markas Tottenham Hotspur. Selain derby, Arsenal juga akan menghadapi Manchester City di Final Piala Liga pada 22 Maret, serta potensi ‘laga penentu gelar’ melawan City di Etihad pada bulan April. Dalam enam pertandingan ke depan, The Gunners juga akan bertemu Chelsea.
Dengan sejarah finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir dan penantian gelar liga sejak 2004, tekanan untuk meraih trofi Premier League musim ini sangat besar bagi Arsenal. Konsistensi dan kemampuan mengatasi tekanan di pertandingan-pertandingan krusial akan menjadi kunci bagi The Gunners untuk mewujudkan impian juara mereka.