Arteta: ‘Kami Harus Menerima Kritik’ Setelah Arsenal Buang Keunggulan Dua Gol Kontra Wolves

Author Image

Irfan

21 Februari 2026

arsenal, wolverhampton wanderers, mikel arteta, liga primer, bukayo saka

kembali dihantam badai kritik setelah secara mengejutkan ditahan imbang 2-2 oleh tim juru kunci dalam laga Inggris di Molineux Stadium pada Rabu, 18 Februari 2026. Hasil ini terasa pahit bagi The Gunners, yang sempat unggul dua gol, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi, memicu keraguan serius terhadap mentalitas tim dalam perburuan gelar juara.

Dalam pertandingan tersebut, Arsenal memulai laga dengan menjanjikan. berhasil membuka keunggulan cepat pada menit kelima, disusul gol kedua dari Piero Hincapie di menit ke-56, membuat Arsenal berada di atas angin dengan skor 2-0. Kemenangan ini seharusnya bisa membawa mereka unggul tujuh poin di puncak klasemen Liga Primer.

Namun, Wolves menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Hugo Bueno memperkecil ketertinggalan pada menit ke-61 dengan tendangan kerasnya. Drama mencapai puncaknya di masa tambahan waktu babak kedua, tepatnya menit ke-90+4, ketika debutan Tom Edozie berhasil menyamakan kedudukan. Gol penyama kedudukan ini tercipta setelah terjadi miskomunikasi fatal antara kiper David Raya dan bek Gabriel Magalhães, yang berujung pada gol bunuh diri Riccardo Calafiori.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya pasca-pertandingan. Ia mengakui bahwa timnya pantas menerima kritik atas hasil yang mengecewakan ini. “Sangat kecewa. Kami harus menerimanya. Kami harus mengkritik diri sendiri karena itu tidak cukup baik,” ujar Arteta. Ia menambahkan bahwa performa di babak kedua jauh dari standar yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan Liga Primer. “Sangat sulit untuk menerimanya. Di babak kedua kami tidak tampil seperti yang seharusnya dan seperti yang kami butuhkan untuk memenangkan pertandingan Liga Primer,” katanya.

Arteta juga menegaskan bahwa timnya harus berani menghadapi segala kritik. “Setiap pertanyaan, setiap kritik, setiap opini, Anda harus menerimanya hari ini. Setiap peluru, terima saja, karena kami tidak tampil pada level yang dibutuhkan,” tegasnya, menyerukan para pemain untuk “berdiri tegak” dan “menghadapi rasa sakit, bercermin” untuk pertandingan berikutnya.

Hasil imbang ini menjadi pukulan telak bagi ambisi juara Arsenal. Mereka kini hanya unggul lima poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua, dengan City masih memiliki satu pertandingan di tangan. Ini adalah kali kedua secara beruntun Arsenal gagal mempertahankan keunggulan di liga, setelah sebelumnya ditahan imbang 1-1 oleh Brentford. Dalam delapan pertandingan liga di tahun 2026, The Gunners telah kehilangan 11 poin dan hanya memenangkan dua dari tujuh pertandingan terakhir mereka.

Kritik tajam pun datang dari berbagai pihak, termasuk legenda Arsenal, Paul Merson, yang mempertanyakan mentalitas tim. Merson menyatakan, “Arsenal sudah berada di posisi ini (perebutan gelar) tiga kali sebelumnya, tetapi kesempatan seperti itu mungkin tidak akan datang lagi.” Ia juga menambahkan, “Mereka jauh di depan tetapi tiba-tiba trofi lepas dari tangan mereka. Sekarang, mereka tidak punya alasan terhadap tuduhan memiliki ‘saraf lemah’.” Kekhawatiran akan terulangnya kegagalan di musim-musim sebelumnya mulai menghantui para penggemar.

Situasi semakin diperparah dengan cedera yang dialami Bukayo Saka, yang harus ditarik keluar lapangan karena kemungkinan cedera lutut. Arsenal kini harus segera bangkit dan fokus penuh menghadapi tantangan berikutnya, yakni Derby London Utara yang krusial melawan Tottenham Hotspur pada Minggu, 22 Februari. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan ambisi juara Arsenal di sisa musim ini.