Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dengan tegas menolak label ‘bottlers’ yang kembali disematkan kepada timnya di tengah ketatnya persaingan gelar Liga Primer Inggris musim 2025/2026. Pernyataan ini muncul setelah The Gunners kehilangan poin krusial dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk hasil imbang dramatis 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers pada Rabu (18/2/2026) malam waktu setempat.
Arsenal sempat unggul dua gol di markas Wolves sebelum kebobolan di masa tambahan waktu, sebuah hasil yang memicu kritik dari sejumlah pihak. Menanggapi hal tersebut, Arteta menyatakan, “Itu bukan bagian dari kosakata saya dan saya tidak melihatnya seperti itu karena saya rasa tidak ada yang ingin melakukannya dengan sengaja.” Ia menambahkan, “Saya tidak akan menggunakan kata itu, tapi itu saya. Itu adalah opini individu, perspektif. Anda harus menghormatinya.”
Persaingan Ketat di Puncak Klasemen
Hingga 21 Februari 2026, Arsenal masih memuncaki klasemen Liga Primer Inggris dengan 58 poin dari 27 pertandingan. Namun, keunggulan mereka kini hanya terpaut lima poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua dengan 53 poin dari 26 pertandingan. Kondisi ini membuat persaingan gelar semakin memanas, terutama karena City masih memiliki satu pertandingan tunda.
Arsenal sendiri hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan liga terakhir mereka, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Brentford dan 2-2 kontra Wolves. Penurunan performa ini, terutama setelah sempat memimpin dua gol melawan tim juru kunci Wolves, kembali menimbulkan keraguan akan ketangguhan mental The Gunners.
Reaksi dan Tantangan ke Depan
Arteta mengakui kekecewaan setelah kehilangan poin di menit-menit akhir. “Anda kehilangan dua poin melawan Wolves dengan cara permainan yang terjadi, Anda harus menerimanya,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya respons tim. “Yang sangat saya minati adalah pertandingan berikutnya, terbuat dari apa kami, apa yang kami sukai dari ini dan bagaimana kami menulis takdir kami sendiri dari sini,” tegasnya.
Kapten tim, Martin Odegaard, juga menyuarakan keyakinan serupa. “Kami tahu apa yang dipertaruhkan. Kami percaya pada diri kami sendiri dan kami akan berjuang sampai akhir. Suara-suara dari luar tidak akan mengganggu kami,” kata Odegaard.
Superkomputer Opta memprediksi Arsenal masih menjadi favorit juara dengan peluang 80,92 persen, meskipun angka ini sedikit menurun dari sebelumnya. Namun, Manchester City diproyeksikan finis dengan 74,48 poin dan memiliki peluang juara 15,91 persen. Pertemuan krusial antara Arsenal dan Manchester City di Etihad Stadium pada pertengahan April mendatang diprediksi akan menjadi penentu arah gelar.
Arsenal akan menghadapi jadwal padat, termasuk derbi London Utara melawan Tottenham Hotspur pada Minggu (22/2/2026) dan laga kandang kontra Chelsea. Arteta mengimbau para suporter untuk terus memberikan dukungan penuh, baik saat meraih kemenangan maupun menghadapi hasil kurang memuaskan, demi menjaga kebersamaan tim di sisa musim ini.