Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan militer gabungan ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, memicu eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Merespons situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran saat ini memprioritaskan komunikasi intensif dengan para WNI. Imbauan resmi telah dikeluarkan agar WNI segera mengambil langkah konkret untuk mengamankan diri serta keluarga di kediaman masing-masing.
Detail Serangan dan Respons Internasional
Serangan udara tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.45 waktu setempat di beberapa kota di Iran, termasuk Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan “serangan pendahuluan” yang bertujuan untuk “menghilangkan ancaman terhadap Israel.” Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi “operasi tempur besar-besaran dan berkelanjutan” yang ditujukan untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran, serta mencegah ancaman terhadap warga AS.
Menanggapi agresi ini, Iran mengecam keras serangan AS dan Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran integritas teritorial dan kedaulatan nasional, serta melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Iran juga menegaskan haknya yang sah untuk merespons berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Sebagai balasan, Iran dilaporkan telah melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Timur Tengah dan ke Haifa, Israel.
Imbauan dan Kesiapsiagaan KBRI Teheran
KBRI Teheran terus menjalin komunikasi intensif dengan simpul-simpul WNI untuk memantau situasi dan akan mengambil keputusan strategis lebih lanjut sesuai perkembangan keadaan. WNI diimbau untuk senantiasa mematuhi peraturan dan arahan dari otoritas keamanan setempat.
Hingga Sabtu pukul 14.30 waktu Iran, Duta Besar Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Soemirat, menyampaikan bahwa 329 WNI yang terdaftar secara resmi di KBRI Teheran melaporkan tidak mengalami atau merasakan adanya ancaman langsung. Belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden ini.
Untuk situasi darurat, KBRI Teheran menyediakan layanan hotline yang dapat dihubungi di nomor +98 902 466 8889 dan +98 9914668845. Selain itu, WNI juga dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di nomor +62 812-9007-0027.
Dampak Regional dan Global
Konflik yang memanas ini meningkatkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas di Timur Tengah. Dampak ekonomi global juga mulai terasa, dengan pengamat pasar modal memprediksi efek negatif pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar saham dunia. Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak, dengan potensi mencapai USD 150 per barel jika konflik berlanjut, yang dapat memicu kenaikan inflasi global.
Kemlu RI menyatakan kesiapannya untuk mengevakuasi WNI di Iran jika diperlukan, dengan beragam opsi telah disiapkan. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh pemerintah Indonesia untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh WNI.