AS Siagakan Unit Drone Kamikaze Pertama di Tengah Ketegangan dengan Iran

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

drone kamikaze as, iran, pentagon, task force scorpion, timur tengah

Amerika Serikat (AS) telah menempatkan unit drone kamikaze operasional pertamanya, yang dikenal sebagai Satuan Tugas Scorpion, di . Unit ini dilaporkan siap untuk berpartisipasi dalam potensi serangan terhadap jika Presiden Donald Trump memberikan perintah.

Pengerahan unit drone serang satu arah ini merupakan bagian dari penumpukan militer AS terbesar di kawasan tersebut sejak invasi Irak tahun 2003. Langkah ini diperintahkan oleh Presiden Trump dengan tujuan menekan Teheran agar bernegosiasi mengenai program nuklirnya.

Kemampuan dan Asal-usul Drone LUCAS

Satuan Tugas Scorpion mengoperasikan drone Low-Cost Unmanned Combat Attack System (LUCAS), sebuah drone serang satu arah yang diproduksi oleh SpektreWorks yang berbasis di Arizona. Drone ringan ini diperkirakan berharga sekitar US$35.000 per unit dan dapat digunakan untuk misi serangan, pengintaian, serta operasi maritim. Menurut pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM), drone LUCAS dirancang untuk beroperasi secara otonom dengan jangkauan yang luas.

Dalam sebuah ironi yang mencolok, drone LUCAS dikembangkan melalui rekayasa balik dari drone Shahed-136 milik Iran. Drone Shahed-136 sendiri telah dipasok oleh Teheran kepada Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina. Perkembangan ini menggarisbawahi pergeseran strategi militer AS dari ketergantungan pada platform mahal seperti MQ-9 Reaper, yang semakin sulit dibenarkan dalam konflik berbasis serangan massal.

Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi bahwa skuadron ini dibentuk tahun lalu untuk “dengan cepat melengkapi prajurit kami dengan kemampuan drone tempur baru yang terus berkembang.” Salah satu drone unit ini berhasil diuji coba pada pertengahan Desember 2025 dari dek penerbangan USS Santa Barbara, sebuah kapal tempur pesisir yang beroperasi di Teluk Arab.

Strategi Drone Pentagon dan Ketegangan Regional

Pengerahan Satuan Tugas Scorpion sejalan dengan program “Drone Dominance” di bawah Menteri Pete Hegseth, yang bertujuan untuk mengakuisisi ratusan ribu drone berbiaya rendah dalam beberapa tahun ke depan. Program ini mencakup pesanan awal 30.000 unit dengan biaya US$5.000 per unit, berdasarkan program Replicator yang memprioritaskan kecepatan dan ekonomi.

Di sisi lain, Angkatan Darat AS juga mengalokasikan US$186 juta untuk pengadaan drone Switchblade dari AeroVironment Inc. Drone Switchblade, yang dikenal karena portabilitas dan presisinya, mencakup varian Switchblade 600 Block 2 dan Switchblade 300 Block 20. Varian Switchblade 300 Block 2 bahkan dirancang sebagai “penghancur tank” dengan hulu ledak Explosively Formed Penetrator.

Ketegangan antara AS dan Iran terus berlanjut. Meskipun pembicaraan antara AS dan Iran di Jenewa pada 26 Februari 2026 menunjukkan kemajuan yang baik menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Teheran menolak tuntutan utama AS, termasuk transfer stok uranium ke luar negeri, penghentian pengayaan uranium, dan pembongkaran fasilitas nuklir. Insiden terbaru juga terjadi pada awal Februari 2026, ketika jet tempur F-35C militer AS menembak jatuh drone Shahed-139 Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab secara agresif.

Iran sendiri juga terus memperkuat kemampuan militernya. Pada Januari 2026, angkatan bersenjata Iran menerima 1.000 drone baru. Selain itu, pada Agustus 2025, Iran memamerkan drone bunuh diri B1 (drone kamikaze) dengan jangkauan serangan 12 km dan muatan 2 kg di Forum Militer-Teknis Internasional Army-2024.