Atletico Madrid Hadapi Real Oviedo: Misi Jaga Dominasi di Tengah Performa Tandang yang Inkonsisten

Pertandingan krusial di 2025/2026 tersaji kemarin, Sabtu (28/2/2026), mempertemukan tim papan bawah dengan raksasa ibu kota, . Laga yang dihelat di Estadio Nuevo Carlos Tartiere, markas Oviedo, ini menjadi sorotan mengingat perbedaan performa kedua tim sepanjang musim.

Atletico Madrid, yang berjuluk Los Rojiblancos, memasuki pertandingan ini dengan status sebagai tim papan atas yang konsisten bersaing di berbagai kompetisi. Hingga akhir Februari 2026, Atletico Madrid menempati posisi keempat di klasemen LaLiga dengan mengumpulkan 48 poin dari 25 pertandingan, hasil dari 14 kemenangan, 6 seri, dan 5 kekalahan. Mereka juga masih aktif di Copa del Rey, Supercopa de España, dan telah melaju ke babak 16 besar Liga Champions UEFA.

Performa Atletico Madrid: Antara Konsistensi dan Tantangan Tandang

Di bawah arahan pelatih kawakan , yang kontraknya masih berlaku hingga 2027, Atletico Madrid dikenal dengan gaya permainan yang solid dan efektif. Namun, belakangan ini muncul diskusi mengenai masa depan Simeone di klub, terutama setelah performa yang dianggap kurang memuaskan dan ketegangan dengan Direktur Sepak Bola Mateu Alemany terkait strategi transfer.

Musim ini, lini serang Atletico Madrid cukup tajam. Julián Álvarez menjadi salah satu penyerang kunci dengan torehan 7 gol dari 15 pertandingan di LaLiga per Desember 2025. Sementara itu, Alexander Sørloth tercatat sebagai pencetak gol terbanyak klub secara keseluruhan dengan 15 gol hingga 24 Februari 2026. Antoine Griezmann juga berpeluang mencetak sejarah, mengincar rekor gol melawan 34 lawan berbeda di LaLiga.

Meskipun demikian, performa tandang Atletico Madrid musim ini menjadi perhatian. Mereka hanya berhasil meraih tiga kemenangan dalam laga tandang di LaLiga (5 seri, 4 kalah) dan sedang dalam tren tiga pertandingan tandang tanpa kemenangan (2 seri, 1 kalah). Ini menjadi tantangan tersendiri saat bertandang ke markas Oviedo.

Real Oviedo: Perjuangan di Zona Degradasi

Di sisi lain, Real Oviedo, atau Los Azules, menjalani musim yang berat di LaLiga. Ini adalah musim pertama mereka di kasta tertinggi sejak 2000-01. Hingga akhir Februari 2026, Oviedo terdampar di dasar klasemen, menempati posisi ke-20 dengan hanya mengumpulkan 17 poin dari 24 pertandingan (3 kemenangan, 8 seri, 13 kekalahan). Posisi ini menempatkan mereka dalam zona degradasi.

Pergantian pelatih telah terjadi di kubu Oviedo. Setelah Veljko Paunović dan Luis Carrión, Guillermo Almada ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 16 Desember 2025 dengan kontrak hingga Juni 2026. Namun, di bawah asuhan Almada, Oviedo baru meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan (4 seri, 3 kalah).

Meskipun performa keseluruhan buruk, Oviedo menunjukkan sedikit perlawanan di kandang. Sebelas dari 17 poin mereka musim ini didapatkan di Estadio Carlos Tartiere (2 kemenangan, 5 seri, 5 kekalahan). Namun, catatan lima gol kandang mereka adalah yang terendah kedua di antara lima liga top Eropa. Dalam pertandingan terakhir, mereka sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya bermain imbang 3-3 melawan Real Sociedad, menunjukkan semangat juang tim.

Pemain seperti Federico Viñas menjadi sorotan setelah mencetak dua gol melawan Real Sociedad, meskipun ia juga tercatat sebagai pemain dengan kartu merah terbanyak musim ini. Sementara itu, Leander Dendoncker menjadi pencetak gol terbanyak di liga dengan satu gol di awal musim. Oviedo juga menghadapi masalah cedera dengan Eric Bailly dan Alberto Reina yang diragukan tampil.

Rekor Pertemuan: Dominasi Atletico Madrid

Secara historis, Atletico Madrid memiliki rekor superior atas Real Oviedo. Dari tujuh pertemuan terakhir, Oviedo belum pernah meraih kemenangan, dengan Atletico Madrid memenangkan lima laga dan dua lainnya berakhir imbang. Pertemuan terakhir di LaLiga pada November 2025 berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Atletico Madrid. Dalam dua pertemuan terakhir, Atletico Madrid juga berhasil menjaga clean sheet.

Dengan Atletico Madrid yang rata-rata mencetak 1,89 gol per pertandingan dalam rekor H2H dan Oviedo yang hanya mencetak rata-rata 0,78 gol, Los Rojiblancos jelas diunggulkan. Namun, inkonsistensi tandang Atletico dan semangat juang Oviedo di kandang bisa menjadi faktor penentu dalam laga yang dijadwalkan kemarin ini.