Australia Salip AS, Jadi Negara Asal Impor Nonmigas Terbesar Kedua RI pada Januari 2026

impor indonesia, bps, tiongkok, australia, jepang

Badan Pusat Statistik () mencatat total nilai pada Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 18,21% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Januari 2025. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan impor nonmigas, dengan berhasil menggeser posisi Amerika Serikat sebagai negara asal impor nonmigas terbesar kedua bagi Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa impor nonmigas pada Januari 2026 mencapai US$18,04 miliar, tumbuh 16,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, impor migas juga mengalami kenaikan sebesar 27,52% menjadi US$3,17 miliar. “Peningkatan nilai impor secara tahunan ini terutama didorong oleh peningkatan impor non-migas dengan andil sebesar 14,40%,” ujar Ateng dalam konferensi pers BPS pada Senin (2/3/2026).

Tiga negara utama yang menjadi pemasok impor nonmigas Indonesia pada awal tahun 2026 adalah , Australia, dan Jepang. Ketiga negara ini secara kolektif menyumbang 54,92% dari total impor Indonesia.

Tiongkok tetap menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$7,89 miliar pada Januari 2026, mencakup 43,75% dari total impor nonmigas Indonesia. Angka ini melonjak 24,39% dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$6,34 miliar. Komoditas utama yang diimpor dari Tiongkok didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik senilai US$1,84 miliar, mesin dan peralatan mekanis senilai US$1,71 miliar, serta plastik dan barang dari plastik senilai US$438,28 juta.

Australia berhasil menempati posisi kedua dengan nilai impor nonmigas mencapai US$1,07 miliar, atau 5,92% dari total impor nonmigas. Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 125,92% dibandingkan Januari 2025 yang hanya US$472,6 juta. Peningkatan impor dari Australia utamanya didorong oleh komoditas logam mulia dan perhiasan atau permata senilai US$507,59 juta, serealia US$157,75 juta, dan bahan bakar mineral US$77,92 juta.

Sementara itu, Jepang berada di posisi ketiga dengan nilai impor nonmigas sebesar US$0,95 miliar, menyumbang 5,25% dari total impor nonmigas. Namun, nilai impor dari Jepang mengalami penurunan 17,89% dibandingkan Januari 2025 yang tercatat US$1,15 miliar. Komoditas utama yang diimpor dari Jepang meliputi mesin atau peralatan mekanis senilai US$195,65 juta, besi dan baja senilai US$124,76 juta, serta kendaraan dan bagiannya senilai US$120,36 juta.

Amerika Serikat, yang pada Januari 2025 masih berada di jajaran tiga besar negara asal impor Indonesia, kini harus puas di posisi keempat. Nilai impor Indonesia dari Amerika Serikat pada Januari 2026 tercatat sebesar US$703,8 juta, turun 22,48% dari US$763,7 juta pada Januari 2025.

Berdasarkan golongan penggunaan, seluruh komponen impor juga mengalami kenaikan secara tahunan pada Januari 2026. Impor barang konsumsi naik 11,81%, impor bahan baku/penolong meningkat 14,67%, dan impor barang modal melonjak signifikan sebesar 35,23%.