Los Angeles Lakers kembali dihantam kabar tak sedap menyusul kekalahan tipis 110-109 dari Orlando Magic pada Selasa, 24 Februari 2026. Kekalahan ini tak hanya memperlihatkan margin kesalahan yang tipis bagi Lakers dalam persaingan ketat Wilayah Barat, tetapi juga memicu luapan frustrasi dari pemain tengah andalan mereka, Deandre Ayton.
Meskipun mencatatkan performa efisien dengan 21 poin dan 13 rebound melalui 8 dari 11 tembakan, yang merupakan double-double pertamanya di bulan Februari, Ayton tak kuasa menahan kekesalannya. Menurut laporan Dave McMenamin dari ESPN, Ayton melampiaskan perasaannya dengan lantang di ruang ganti setelah sesi wawancara media berakhir. “Mereka mencoba menjadikan saya Clint Capela,” ujar Ayton. “Saya bukan Clint Capela!”
Pernyataan Ayton ini merujuk pada perannya yang dianggap terlalu terbatas sebagai penangkap lob dan pelari ke ring, sebuah peran yang tidak mencerminkan keseluruhan kemampuan ofensifnya. Tingkat penggunaan bolanya (usage rate) bersama Lakers saat ini berada di titik terendah dalam kariernya, yakni 17,5 persen. Pelatih Lakers, JJ Redick, dan tim dikabarkan menyadari frustrasi Ayton dan berupaya meningkatkan kepercayaan dirinya serta memberinya lebih banyak keterlibatan dalam serangan.
Kekalahan dari Magic juga menyoroti masalah krusial di akhir pertandingan. Bintang Lakers, Luka Doncic dan LeBron James, terlibat dalam kesalahan fatal di detik-detik terakhir. Doncic ragu-ragu untuk menembak, dan James akhirnya meleset dalam upaya tembakan tiga angka yang putus asa.
Lakers Dihantam Badai Cedera dan Kegagalan Transfer
Situasi Lakers semakin rumit menjelang pertandingan penting melawan Phoenix Suns pada Kamis, 26 Februari 2026. Pemain depan Rui Hachimura dipastikan absen karena sakit, membuat rotasi tim semakin menipis. Kabar baiknya, Jaxson Hayes telah kembali dari cedera pergelangan kaki, menambah kedalaman di lini depan.
Sebelumnya di bulan Februari, Lakers juga menghadapi tantangan cedera. Luka Doncic sempat absen dalam pertandingan melawan Golden State Warriors pada 7 Februari 2026, meskipun Lakers berhasil meraih kemenangan. Sementara itu, LeBron James diragukan tampil melawan Los Angeles Clippers pada 20 Februari 2026 karena nyeri lutut kiri, namun ia tetap bermain.
Di luar lapangan, Lakers juga menghadapi kesulitan. Mereka gagal mendapatkan target wing yang diinginkan seperti Naji Marshall, Herb Jones, Andrew Wiggins, dan Jonathan Kuminga sebelum batas waktu perdagangan 5 Februari. Lakers tidak mampu memenuhi harga yang diminta untuk para pemain tersebut, yang semakin memperlihatkan keterbatasan dalam membangun kedalaman tim.
Performa Inkonsisten dan Kritik dari Legenda
Dengan rekor 34-23, Lakers saat ini berada di posisi keenam Wilayah Barat, dengan Phoenix Suns membayangi di posisi ketujuh, hanya terpaut dua pertandingan. Performa tim yang tidak konsisten, terutama di lini pertahanan, menjadi sorotan. Lakers berada di peringkat ke-11 dalam efisiensi ofensif, namun terpuruk di peringkat ke-24 dalam efisiensi defensif. Selisih poin mereka yang minus 0,3 adalah yang terburuk di antara delapan tim teratas Wilayah Barat.
Legenda Lakers, Byron Scott, bahkan secara blak-blakan menyatakan bahwa tim tersebut “tidak memiliki” peluang untuk memenangkan gelar juara tahun ini. Menurut Scott, meskipun memiliki tiga pemain hebat (LeBron James, Luka Doncic, dan Austin Reaves), Lakers kekurangan kedalaman dan memiliki kelemahan defensif yang mencolok.
Meskipun demikian, Deandre Ayton sendiri dianggap memiliki potensi besar. Austin Reaves menyebut Ayton sebagai “faktor X” tim yang dapat “mengubah batas kemampuan kami.” Ayton, yang merupakan pilihan pertama keseluruhan dalam draf 2018, bergabung dengan Lakers musim panas lalu setelah dilepas oleh Portland Trail Blazers. Namun, kekhawatiran mengenai etos kerja dan insting defensifnya telah mengikutinya sejak di Suns dan Blazers. Kini, Lakers berupaya keras untuk mengintegrasikan Ayton sepenuhnya dan memanfaatkan bakatnya untuk mengarungi sisa musim yang krusial.