Badai Cedera Landa Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026: Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam Absen

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Persiapan Tim Nasional Indonesia menuju ajang yang akan digelar di Jakarta pada akhir Maret mendatang diterpa kabar kurang menyenangkan. Dua bek andalan Skuad Garuda, dan , dipastikan tidak dapat memperkuat tim setelah keduanya harus naik meja operasi akibat cedera parah. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pelatih baru , John Herdman, yang akan melakoni debutnya di turnamen tersebut.

Pratama Arhan Jalani Operasi Meniskus Lutut Kanan

Pratama Arhan, bek kiri yang kini merumput bersama klub True Bangkok United di Liga Thailand, baru saja sukses menjalani operasi meniskus pada lutut kanannya. Prosedur medis tersebut dilakukan di Rumah Sakit Samitivej Sukhumvit, Thailand, di bawah pengawasan ketat spesialis ortopedi, Assoc. Prof. Dr. Chatchai Phukanchanamorakot.

Cedera yang menimpa Arhan terjadi saat ia membela Bangkok United dalam laga 16 besar Muangthai Cup melawan Khon Kaen United pada 21 Januari 2026. Ia harus ditandu keluar lapangan setelah menerima tekel keras yang menghantam kaki tumpuannya. Pihak klub Bangkok United telah mengonfirmasi keberhasilan operasi dan menyatakan bahwa Arhan kini siap memulai proses rehabilitasi. Namun, dengan perkiraan masa pemulihan cedera meniskus yang berkisar antara tiga hingga enam bulan, peluang Arhan untuk tampil di FIFA Series 2026 sangat tipis. Terakhir kali Arhan membela Timnas Indonesia adalah pada Desember 2024.

Asnawi Mangkualam Absen Akibat Cedera ACL

Selain Pratama Arhan, Timnas Indonesia juga harus kehilangan Asnawi Mangkualam. Bek kanan yang bermain untuk Port FC di Liga Thailand ini juga telah menjalani operasi akibat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada Januari 2026. Cedera tersebut didapat Asnawi saat menjalani sesi latihan bersama klubnya. Operasi yang dijalaninya dilaporkan berjalan sukses.

Port FC telah mengumumkan bahwa Asnawi akan menjalani masa pemulihan selama empat hingga enam bulan, yang berarti ia akan absen hingga akhir musim kompetisi dan tidak dapat berpartisipasi dalam FIFA Series 2026. Kedua pemain yang berkarier di Liga Thailand ini sempat saling memberikan dukungan, dengan Asnawi terlihat menjenguk Arhan di rumah sakit.

Daftar Absensi Panjang Jelang FIFA Series 2026

Absennya Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam menambah daftar panjang pemain yang tidak bisa memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Total enam pemain dipastikan absen karena kombinasi cedera dan sanksi. Pemain lain yang juga dalam masa pemulihan cedera adalah Marselino Ferdinan, yang menjalani operasi hamstring pada Desember 2025, dan Mees Hilgers yang juga mengalami cedera hamstring.

Sementara itu, Thom Haye dan Shayne Pattynama tidak dapat bermain karena sanksi larangan empat pertandingan dari FIFA. Sanksi ini dijatuhkan setelah keduanya terlibat protes keras terhadap wasit pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak pada Oktober 2025. Shayne Pattynama sendiri juga telah meninggalkan Buriram United dan bergabung dengan Persija Jakarta pada bursa transfer Januari.

FIFA Series 2026: Debut John Herdman di Kandang Sendiri

FIFA Series 2026 akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 hingga 30 Maret 2026. Turnamen persahabatan internasional ini akan diikuti oleh empat negara dari konfederasi berbeda: Indonesia, Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan Saint Kitts and Nevis (CONCACAF).

Timnas Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 20.00 WIB. Pertandingan lainnya pada hari yang sama adalah Bulgaria melawan Kepulauan Solomon. Laga final dan perebutan tempat ketiga akan digelar pada 30 Maret 2026. Seluruh pertandingan FIFA Series 2026 di Indonesia dapat disaksikan secara langsung melalui SCTV, Indosiar, dan platform Vidio.

Ajang ini juga akan menjadi debut resmi bagi pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, yang diperkenalkan pada 13 Januari lalu. Dengan peringkat FIFA Indonesia saat ini di posisi 122, turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk menguji kekuatan tim dan strategi baru di tengah badai cedera yang melanda.