Manchester United kembali menjadi sorotan publik sepak bola setelah terungkapnya biaya fantastis yang harus ditanggung klub akibat serangkaian pergantian manajer dalam waktu singkat. Pemecatan Ruben Amorim pada Januari 2026, yang hanya menjabat selama 14 bulan, menambah panjang daftar pengeluaran besar Setan Merah di sektor kepelatihan. Total kerugian finansial dari perombakan staf pelatih ini diperkirakan mencapai puluhan juta poundsterling, atau setara ratusan miliar rupiah.
Periode Singkat Ruben Amorim dan Biaya yang Menyertainya
Ruben Amorim, pelatih asal Portugal yang sebelumnya sukses bersama Sporting CP, ditunjuk sebagai pelatih kepala Manchester United pada November 2024. Penunjukannya datang setelah klub memutuskan untuk memecat Erik ten Hag pada Oktober 2024. Untuk membebaskan Amorim dari kontraknya di Sporting CP, United harus merogoh kocek sebesar £9,2 juta hingga £11 juta.
Namun, perjalanan Amorim di Old Trafford jauh dari kata mulus. Selama 14 bulan kepemimpinannya, Manchester United mencatat performa yang mengecewakan dengan hanya 25 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 23 kekalahan dari total 63 pertandingan. Puncaknya, klub finis di posisi ke-15 Premier League musim lalu, sebuah catatan terburuk sejak musim 1973-74. Meskipun berhasil membawa tim ke final Liga Europa, mereka harus mengakui keunggulan Tottenham Hotspur.
Hubungan yang memburuk dengan anggota dewan klub, termasuk direktur sepak bola Jason Wilcox, serta kritik publik yang dilontarkan Amorim setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada 5 Januari 2026, menjadi pemicu utama pemecatannya. Pemecatan Amorim sendiri diperkirakan menelan biaya kompensasi antara £9,63 juta hingga £12 juta.
Total Kerugian Akibat Perombakan Manajerial
Secara keseluruhan, serangkaian pergantian manajer ini telah membebani keuangan Manchester United secara signifikan. Biaya pemecatan Erik ten Hag dan stafnya sebelumnya mencapai sekitar £10,4 juta hingga £14,5 juta. Ditambah dengan biaya perekrutan Amorim dan kompensasi pemecatannya, total biaya finansial dari transisi manajerial dari Ten Hag ke Amorim dan kemudian pemecatannya kembali mencapai sekitar £37,3 juta. Angka ini setara dengan sekitar Rp738,54 miliar (menggunakan kurs £1 = Rp19.800).
Beberapa laporan lain mengestimasi total biaya yang terkait dengan masa jabatan Amorim saja (termasuk biaya perekrutan dan pemecatan) berada di kisaran £25 juta hingga £30 juta, dengan beberapa perkiraan mencapai £27 juta. Angka-angka ini menggarisbawahi betapa mahalnya keputusan yang salah dalam manajemen sepak bola.
Era Michael Carrick dan Harapan Baru
Setelah pemecatan Amorim, Manchester United menunjuk Michael Carrick sebagai manajer interim. Di bawah kepemimpinan Carrick, tim menunjukkan peningkatan performa yang drastis. Ia berhasil membawa Setan Merah meraih 5 kemenangan dan 1 hasil imbang dalam 6 pertandingan Premier League. Performa impresif ini mengangkat United ke posisi keempat di klasemen Premier League, menghidupkan kembali harapan untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Dengan hasil positif ini, Carrick kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk posisi manajer permanen. Selain Carrick, nama Roberto Martinez juga disebut-sebut masuk dalam daftar pertimbangan klub.
Kondisi Keuangan Klub di Tengah Perubahan
Meskipun dihadapkan pada biaya besar akibat pergantian manajer, Manchester United baru-baru ini melaporkan peningkatan laba operasional. Klub mencatat laba operasional sebesar £32,6 juta untuk enam bulan pertama tahun fiskal, sebuah peningkatan signifikan dari kerugian £3,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasional untuk kuartal terakhir saja mencapai £19,6 juta.
Peningkatan ini sebagian besar dikaitkan dengan program pemotongan biaya dan restrukturisasi yang dipimpin oleh pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe, yang mencakup pemangkasan sekitar 450 posisi untuk menghemat sekitar £40 juta. Omar Berrada, Chief Executive Manchester United, menyatakan, “Kami kini melihat dampak finansial positif dari transformasi di luar lapangan kami terwujud baik dalam biaya maupun profitabilitas kami.” Namun, di sisi lain, pendapatan total klub untuk kuartal kedua tahun fiskal justru sedikit menurun menjadi £190,3 juta, dari £198,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, sebagian karena kegagalan lolos ke kompetisi Eropa musim lalu.
Ruben Amorim sendiri, setelah meninggalkan Manchester United, kini dikaitkan dengan beberapa klub, termasuk Vasco da Gama di Brasil dan kemungkinan kembali ke Portugal bersama Benfica.