Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep telah memulai proses penjaringan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk tahun 2026. Hingga Senin, 2 Maret 2026, tercatat sudah 132 siswa mendaftar dalam seleksi ketat ini, yang bertujuan mencari putra-putri terbaik daerah untuk mengemban tugas mulia pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pendaftaran seleksi Paskibraka 2026 di Sumenep telah dibuka sejak Kamis, 12 Februari 2026, dan dijadwalkan akan berakhir pada Sabtu, 14 Maret 2026. Proses seleksi yang dimulai lebih awal ini diapresiasi oleh anggota dewan sebagai langkah untuk memastikan kecermatan dalam penjaringan.
Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik, menyoroti pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam seluruh tahapan seleksi. Ia secara tegas mengingatkan agar tidak ada praktik “titipan” yang dapat mencederai integritas proses. “Kami harap proses seleksinya dilakukan dengan transparan. Pilih anggota yang layak dan bagus,” ujar Holik. Ia menambahkan bahwa tahapan yang dilakukan lebih awal merupakan bagian dari upaya agar proses seleksi lebih cermat, sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) terbaik yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bakesbangpol Sumenep, Achmad Dzulkarnain, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjalankan seleksi secara cermat setiap tahun. Dzulkarnain memastikan bahwa peserta yang tidak memenuhi syarat tidak akan dipilih. “Tahapan seleksinya itu masih panjang. Kami memilih orang yang benar-benar layak. Setiap tahapan seleksi pasti kami lihat dan nilai dengan cermat setiap peserta yang ikut,” jelasnya.
Proses seleksi Paskibraka di tingkat kabupaten/kota, termasuk Sumenep, umumnya mencakup serangkaian tahapan komprehensif. Dimulai dari seleksi administrasi, peserta akan menjalani Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU). Selanjutnya, mereka harus melewati pemeriksaan kesehatan, parade, uji Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tes kesamaptaan, hingga seleksi kepribadian. Sistem pendaftaran daring juga diterapkan untuk menjamin keadilan dan transparansi, serta menghindari dugaan kecurangan.
Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar tugas simbolis mengibarkan bendera, melainkan juga bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Pihak penyelenggara mencari sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan, semangat cinta tanah air, dan komitmen terhadap pengabdian kepada bangsa dan negara. Mereka yang terpilih akan menjalani pelatihan intensif untuk membentuk mental tangguh dan semangat nasionalisme yang kuat.
Sebagai gambaran, pada seleksi Paskibraka Sumenep tahun 2025, dari total 394 pendaftar, 355 peserta dinyatakan lolos administrasi. Setelah melalui berbagai tahapan ketat, sebanyak 75 peserta berhasil terpilih sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Sumenep, terdiri dari 39 putra dan 36 putri. Empat di antara mereka bahkan dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Angka ini menunjukkan tingkat persaingan yang tinggi dan standar kualitas yang diharapkan dalam setiap seleksi Paskibraka.