Bakrie & Brothers (BNBR) Bukukan Laba Bersih Rp493,85 Miliar di 2025, Melonjak 50,7%

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

bakrie & brothers, bnbr, laba bersih, kinerja keuangan, akuisisi cct

PT Tbk () berhasil membukukan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp493,85 miliar sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini menandai lonjakan signifikan sebesar 50,7% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2024 yang tercatat Rp327,59 miliar.

Kinerja Positif di Tengah Penurunan Pendapatan

Peningkatan laba bersih ini terjadi meskipun perseroan mengalami penurunan pendapatan neto. Sepanjang tahun 2025, pendapatan neto BNBR menyusut 3,28% menjadi Rp3,74 triliun, dari sebelumnya Rp3,86 triliun pada tahun 2024. Laba bruto juga tercatat menurun menjadi Rp744,38 miliar dari Rp869,47 miliar, sementara laba usaha menyusut menjadi Rp116,86 miliar dari Rp282,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti sebelumnya menjelaskan bahwa kinerja positif perseroan juga didukung oleh penurunan beban bunga yang signifikan di tingkat holding. Hal ini merupakan hasil dari keberhasilan restrukturisasi dan penyelesaian utang secara signifikan pada tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan juga berhasil meningkatkan tren laba ditahan yang positif setelah melakukan kuasi reorganisasi pada tahun lalu.

Peran Keuntungan Non-Operasional dan Akuisisi Strategis

Lonjakan laba bersih BNBR pada tahun 2025 sebagian besar ditopang oleh adanya keuntungan non-operasional yang substansial. Laba sebelum pajak perseroan melonjak menjadi Rp518,83 miliar, dibandingkan Rp389,23 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh keuntungan dari pengukuran kembali atas kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya sebesar Rp422,37 miliar dan keuntungan dari pembelian diskon senilai Rp320,12 miliar.

Salah satu pendorong utama keuntungan tersebut adalah langkah strategis PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), anak usaha BNBR, yang mengakuisisi 72 juta saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Waskita Toll Road (WTR) pada 28 November 2025. Akuisisi ini juga mencakup pinjaman pemegang saham CCT dari SMI dan WTR. Sebelum transaksi ini, BNBR dan BTI telah memiliki 10% kepemilikan saham di CCT. Sebagai hasil dari pengukuran kembali atas kepentingan ekuitas 10% yang dimiliki sebelumnya, keuntungan sebesar Rp422,4 miliar diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

CEO & Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya N. Bakrie, dalam kesempatan terpisah, pernah menyatakan bahwa kinerja positif perseroan merupakan hasil dari kerja keras seluruh unit bisnis. Laba per saham dasar BNBR juga tercatat naik menjadi Rp2,85 pada tahun 2025, dari Rp2,04 pada tahun 2024.