Bali United harus menelan pil pahit setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol, 0-0, saat menjamu tim promosi Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Jumat, 28 Februari 2026, malam WIB, ini menyisakan pertanyaan besar mengenai performa Serdadu Tridatu dan masa depan sang pelatih kepala, Johnny Jansen.
Hasil minor ini menjadi sorotan tajam, terutama mengingat Bali United bermain di kandang sendiri dan menghadapi tim yang baru promosi ke kasta tertinggi. Sejumlah pihak menilai hasil ini tidak sesuai dengan ekspektasi, bahkan menempatkan posisi pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, di ujung tanduk.
Performa Lesu di Kandang Sendiri
Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Bali United pada 26 Mei 2025, Johnny Jansen diharapkan mampu membawa tim berjuluk Serdadu Tridatu ini bersaing di papan atas. Namun, performa tim belakangan ini cenderung tidak konsisten.
Dalam pertandingan melawan Persijap, Bali United kesulitan menciptakan peluang berarti sepanjang 90 menit. Lini serang yang dihuni pemain-pemain berkualitas tampak tumpul di hadapan pertahanan rapat Laskar Kalinyamat. Statistik menunjukkan minimnya tembakan tepat sasaran dari kubu tuan rumah, yang gagal memanfaatkan dukungan penuh dari suporter yang memadati stadion.
Di sisi lain, Persijap Jepara, yang baru kembali ke Super League setelah absen selama 10 musim, menunjukkan semangat juang tinggi. Tim asuhan Divaldo Alves ini berhasil meredam serangan Bali United dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya, meskipun juga belum mampu mengkonversi peluang menjadi gol.
Posisi di Klasemen dan Tekanan untuk Jansen
Hasil imbang ini membuat Bali United tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Sementara itu, Persijap Jepara berada di peringkat ke-15. Performa Bali United dalam beberapa pertandingan terakhir memang kurang memuaskan, dengan catatan beberapa kekalahan dan hasil imbang, termasuk hasil 3-3 melawan PSIM Yogyakarta dan kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta.
Tekanan terhadap Johnny Jansen semakin meningkat. Para penggemar dan manajemen tentu mengharapkan hasil yang lebih baik dari tim yang memiliki materi pemain mumpuni. Pertanyaan tentang strategi dan taktik Jansen mulai mengemuka, terutama setelah tim gagal meraih kemenangan di kandang sendiri melawan tim yang secara peringkat berada di bawah mereka. Masa depan pelatih berusia 50 tahun ini akan sangat bergantung pada bagaimana Bali United merespons hasil ini di pertandingan-pertandingan selanjutnya.