Bandara Dubai Lumpuh Total Akibat Serangan Balasan Iran, Ribuan Penerbangan Terdampak

iran, bandara dubai, konflik timur tengah, penerbangan, uni emirat arab

Bandara Internasional Dubai, salah satu pusat tersibuk di dunia, dilaporkan lumpuh total pada Minggu, 1 Maret 2026, menyusul gelombang serangan rudal dan drone balasan dari . Insiden ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, memicu eskalasi konflik yang signifikan di Timur Tengah. Akibatnya, ribuan penerbangan di seluruh dunia terganggu dan puluhan ribu penumpang terdampar.

Kerusakan dan Penutupan Operasional Bandara

Serangan balasan Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan ringan pada salah satu bagian gedung terminal di Bandara Internasional Dubai. Empat karyawan bandara juga dilaporkan mengalami luka ringan dalam insiden tersebut. Menyikapi situasi keamanan yang memburuk, otoritas Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) mengumumkan penghentian seluruh operasional penerbangan untuk waktu yang tidak ditentukan. Pihak berwenang mendesak calon penumpang untuk tidak datang ke bandara dan segera menghubungi maskapai masing-masing untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai status penerbangan mereka.

Dampak Luas pada Jaringan Penerbangan Global

Penutupan wilayah udara diberlakukan di sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Israel, Iran, Irak, Yordania, Bahrain, Kuwait, Qatar, Suriah, dan , sebagai tindakan pencegahan. Hal ini memicu kekacauan logistik yang masif, dengan lebih dari 700 penerbangan masuk dan keluar dari Bandara Internasional Dubai saja dibatalkan. Maskapai-maskapai besar dunia, seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, Air France, Lufthansa, British Airways, Turkish Airlines, Air India, Singapore Airlines, Scoot, dan Garuda Indonesia, terpaksa membatalkan atau mengalihkan rute penerbangan mereka.

Seorang sumber internal maskapai di Teluk menggambarkan situasi ini sebagai “kekacauan logistik yang masif”. Sementara itu, seorang penumpang yang terdampar, Jonathan Escott, mengungkapkan kebingungannya, “Tidak ada yang tahu… Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi dengan konflik ini, sungguh. Bukan Emirates, Emirates tidak tahu. Tidak ada yang tahu.”

Korban dan Gangguan di Wilayah Lain

Selain Dubai, Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi juga melaporkan insiden yang mengakibatkan satu warga negara Asia meninggal dunia dan tujuh lainnya terluka. Otoritas Kuwait juga menyebut bandara mereka terkena serangan drone yang menyebabkan kerusakan ringan dan beberapa orang terluka. Laporan juga menyebutkan hotel mewah Burj Al Arab di Dubai turut menjadi sasaran serangan drone Iran. Ledakan dan suara intervensi pertahanan udara terdengar di berbagai ibu kota penting di kawasan tersebut, termasuk Abu Dhabi, Doha, Riyadh, dan Manama.

Implikasi bagi Jemaah Umrah dan WNI

Eskalasi konflik ini turut berdampak pada perjalanan jemaah umrah Indonesia. Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah menyiagakan petugas di bandara dan membentuk tiga tim khusus untuk membantu jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan. Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyatakan, “KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara… Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.”

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengimbau agar jemaah tetap tenang. “Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujarnya. Di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga mengalami pembatalan dan penundaan penerbangan rute Timur Tengah.

Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menegaskan bahwa pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait. Ia juga mengimbau calon penumpang untuk proaktif memantau informasi penerbangan. “Pantau terus status keberangkatan Anda dan hubungi layanan pelanggan jika ada perubahan jadwal,” kata Aziz.