Bandara Dubai Rusak Akibat Serangan Rudal, Empat Staf Terluka di Tengah Eskalasi Konflik

Bandara Internasional Dubai (DXB), salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia, mengalami kerusakan ringan pada salah satu ruang tunggu atau terminalnya pada Minggu (1/3/2026) dini hari. Insiden ini menyebabkan empat staf bandara terluka dan memicu penangguhan seluruh operasional penerbangan di DXB dan Bandara Internasional Al Maktoum.

Kantor Media Dubai mengonfirmasi adanya “insiden” di Bandara Internasional Dubai yang “dengan cepat ditangani” oleh tim respons darurat. Empat staf yang terluka segera menerima perawatan medis. Meskipun pernyataan resmi tidak merinci sifat insiden tersebut, sejumlah media Arab dan video yang beredar luas mengindikasikan kerusakan tersebut diakibatkan oleh .

Konteks Eskalasi Konflik Regional

Insiden di DXB terjadi di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang signifikan di Timur Tengah. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang balasan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Teheran merespons dengan meluncurkan rentetan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Selain Dubai, Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi juga dilaporkan menjadi sasaran serangan, yang mengakibatkan satu warga negara Asia tewas dan tujuh orang lainnya terluka. Serangan rudal Iran juga dilaporkan menargetkan Abu Dhabi, Dubai, dan Doha, yang merupakan gerbang penerbangan utama timur-barat.

Dampak pada Operasional Penerbangan

Sebagai langkah antisipasi, sebagian besar terminal di DXB telah dikosongkan dari penumpang berkat rencana kontingensi yang telah disiapkan. Namun, dampak insiden ini sangat terasa pada sektor penerbangan. Dubai Airports mengumumkan penangguhan semua penerbangan di kedua bandara internasionalnya dan mendesak penumpang untuk tidak bepergian hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Maskapai-maskapai besar di kawasan, seperti Emirates dan flydubai, segera menghentikan operasionalnya. Etihad Airways juga menangguhkan semua keberangkatan dari Abu Dhabi. Data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah udara regional nyaris kosong, mencerminkan kekacauan logistik masif yang terjadi.

Seorang sumber internal maskapai di Teluk menggambarkan situasi ini sebagai “kekacauan logistik yang masif,” dengan kru, pesawat, dan penumpang yang “terdampar di seluruh dunia.”

Insiden Lain di Dubai

Selain kerusakan di bandara, Dubai juga melaporkan insiden lain. Sebuah drone berhasil dicegat, dan puing-puingnya menyebabkan kebakaran kecil pada fasad luar hotel ikonik Burj Al Arab. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di dekat hotel Fairmont The Palm di Palm Jumeirah.

Pemerintah telah meminta warga dan penduduknya untuk tetap berada di dalam ruangan dan menunggu instruksi lebih lanjut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar telah menyatakan keprihatinan India atas situasi yang memanas ini kepada wakil perdana menteri dan menteri luar negeri UEA.