Bandara Dubai Rusak dan Penerbangan Lumpuh Akibat Serangan Balasan Rudal Iran

iran, uni emirat arab, bandara internasional dubai, serangan rudal, konflik timur tengah

, salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia, mengalami kerusakan sebagian dan seluruh operasionalnya terpaksa dihentikan pada Jumat, 28 Februari 2026. Insiden ini terjadi menyusul rentetan balasan yang dilancarkan ke berbagai lokasi di (UEA) dan negara-negara Teluk lainnya.

Operator bandara mengonfirmasi bahwa satu concourse atau ruang tunggu di Dubai International (DXB) mengalami kerusakan ringan. Empat karyawan dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut, yang menurut pernyataan resmi, “dengan cepat dapat dikendalikan.” Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tipis dari salah satu gedung keberangkatan utama, dengan kehadiran layanan darurat dan pemadam kebakaran di landasan. Video lain dari dalam gedung memperlihatkan adanya kerusakan, meskipun struktur bangunan secara keseluruhan masih relatif utuh.

Dampak paling signifikan terasa pada sektor penerbangan. Papan kedatangan dan keberangkatan di DXB sempat menunjukkan penundaan besar yang kemudian berujung pada penghentian total operasional. Otoritas Bandara Dubai mengumumkan penangguhan seluruh penerbangan di Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) hingga pemberitahuan lebih lanjut, mendesak para calon penumpang untuk tidak bepergian ke bandara. Maskapai-maskapai besar regional seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, dan flydubai turut menghentikan seluruh operasinya, menyebabkan puluhan ribu penumpang terlantar dan memicu “mimpi buruk logistik” global.

Serangan rudal Iran ini merupakan respons terhadap serangan gabungan preemptif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat sejumlah rudal yang masuk di atas Abu Dhabi dan Dubai. Namun, puing-puing rudal yang jatuh menyebabkan korban jiwa. Satu orang warga negara Asia tewas di Abu Dhabi setelah terkena puing rudal di area pemukiman. Selain itu, puing rudal juga dilaporkan jatuh di pintu masuk Fairmont The Palm Hotel di Palm Jumeirah, Dubai, memicu kebakaran.

Situasi mencekam juga melanda kota-kota di UEA. Sirene serangan udara terdengar di Dubai, mendorong warga untuk bergegas mencari perlindungan. Saksi mata melaporkan mendengar “setidaknya tiga ledakan keras” di Dubai. Perintah evakuasi sipil bahkan dikeluarkan untuk beberapa tempat wisata utama, termasuk gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Kementerian Pertahanan UEA mengutuk keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai “pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional,” serta menegaskan hak sah negara untuk membalas.

Secara regional, serangan balasan Iran ini juga menyebabkan penutupan ruang udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain, yang hampir kosong total dari lalu lintas penerbangan. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Doha, Qatar, dan Manama, Bahrain, dengan Qatar juga berhasil mencegat rudal-rudal Iran. Media asing, seperti Sky News Inggris, menilai bahwa “rasa aman, yang merupakan salah satu daya tarik terbesar bagi orang-orang yang tinggal di sini, hancur hari ini” akibat eskalasi konflik ini.