Bandeng Juwana Genjot Produksi Dua Kali Lipat Jelang Lebaran 2026, Hadapi Kendala Pasokan

Semarang, ikon kuliner Bandeng Juwana, tengah bersiap menghadapi lonjakan permintaan yang signifikan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. PT Bandeng Juwana, yang juga dikenal sebagai Bandeng Juwana Elrina, telah mengambil langkah strategis dengan melipatgandakan kapasitas produksinya hingga dua kali lipat dari hari biasa.

Direktur PT Bandeng Juwana, Jason Nathaniel Kusmadi, mengungkapkan bahwa persiapan intensif ini sudah dimulai sejak dua hingga tiga bulan terakhir. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan produk bagi para pemudik dan wisatawan yang akan membanjiri Kota Semarang.

Tantangan Pasokan dan Solusi Tenaga Kerja

Meski optimisme menyelimuti, proses peningkatan produksi tidak lepas dari tantangan. Jason menjelaskan bahwa pasokan bandeng mentah dari petambak mengalami kendala serius akibat cuaca buruk, termasuk banjir, yang menyebabkan gagal panen di sejumlah tambak.

“Idealnya kami bisa terima 12 sampai 15 ton seminggu, tapi sekarang kadang hanya sekitar tujuh ton. Dan stok itu harus disiapkan untuk Lebaran, karena saat hari raya biasanya pemasok (bandeng mentah) juga libur,” kata Jason.

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan ini, perusahaan berupaya memesan hingga 15 ton bandeng per minggu, dengan sebagian dialokasikan untuk penjualan harian dan sisanya disimpan sebagai stok Lebaran. Selain itu, PT Bandeng Juwana juga menambah 20 karyawan harian atau paruh waktu, sebagian besar dari kalangan mahasiswa yang sedang libur, untuk ditempatkan di empat gerai mereka. Penambahan tenaga kerja ini difokuskan pada pelayanan dan proses produksi agar tetap optimal saat jumlah pengunjung meningkat drastis.

Puncak Keramaian Pasca-Lebaran dan Ragam Produk

Menariknya, puncak keramaian pembeli di Bandeng Juwana justru diprediksi terjadi setelah Lebaran, khususnya saat arus balik mudik. Direktur Utama PT Bandeng Juwana, Arif Honggowijoyo Kusmadi, menyebut bahwa pemudik dan wisatawan biasanya mampir untuk membeli oleh-oleh saat H+2 Lebaran dan seterusnya.

Sebagai salah satu ikon oleh-oleh khas Semarang, Bandeng Juwana Elrina tidak hanya menawarkan bandeng presto duri lunak yang menjadi primadona. Berbagai varian olahan bandeng lainnya juga tersedia, seperti bandeng asap, bandeng dalam sangkar, otak-otak bandeng, hingga bandeng tanpa duri. Toko ini juga memperkaya pilihan oleh-oleh dengan menjual produk non-ikan seperti wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia. Bahkan, Bandeng Juwana Elrina turut memberdayakan pelaku UMKM lokal dengan menyediakan ruang bagi mereka untuk menitipkan produknya.

Perjalanan Usaha dan Dukungan BRI

Bandeng Juwana Elrina memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 3 Januari 1981, dirintis oleh dr. Daniel Nugroho Setiabudhi. Usaha ini berawal dari sebuah stand kecil di depan rumah, yang kemudian berkembang menjadi toko oleh-oleh terkemuka. Dalam perjalanannya, Bandeng Juwana Elrina juga mendapatkan dukungan strategis dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam bentuk pendanaan, pelatihan, hingga pengurusan izin usaha, yang turut mendorong perkembangan pesat bisnis ini.