Jakarta – Banjir yang melanda kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu, 28 Januari 2026, nyaris menggagalkan resepsi pernikahan pasangan Ela Laela dan Muhadi. Keduanya terpaksa menerjang genangan air yang mencapai ketinggian hampir selutut orang dewasa demi melangsungkan acara sakral tersebut di RW 16 Pedongkelan, Kelurahan Kapuk.
Sempat Putus Asa
Persiapan resepsi yang telah dilakukan sejak lama hampir terbuang sia-sia. Ela Laela mengaku sempat merasa pasrah dan bahkan berniat membatalkan acara. Ia sempat tidak mau dibangunkan oleh tukang rias dan menyarankan untuk membuang semua masakan yang sudah siap.
“Semua masakan udah siap itu, tapi saya akhirnya tidur aja, tukang rias bangunin saya enggak mau. Saya bilang buang aja,” kata Ela, dilansir Antara, Senin (19/1/2026).
Kekhawatiran Ela semakin memuncak melihat tingginya banjir. Ia ragu para tamu undangan akan bersedia hadir di tengah kondisi tersebut. “Dari awal emang udah niat segala sesuatunya, tapi pas itu banjir saya putus asa, sampai nangis semua. Saya sama bapak saya, sampai saya enggak yakin kayanya enggak bakal ada tamu,” ujarnya.
Dukungan Keluarga dan Ayah
Melihat putrinya yang dilanda keputusasaan, sang ayah berusaha membangkitkan semangat Ela. Ia membujuknya untuk tetap melanjutkan resepsi pernikahan meskipun di tengah genangan banjir. Dukungan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
“Akhirnya Bapak saya mendukung, nguatin semuanya, termasuk tukang masak akhirnya bisa, alhamdulillah surut,” tutur Ela.
Resepsi Tetap Berjalan
Resepsi pernikahan akhirnya tetap digelar. Pasangan pengantin, Muhadi, bahkan menggendong istrinya, Ela, menuju pelaminan untuk menghindari basah kuyup.
Keresahan Ela mulai mereda menjelang siang ketika banjir mulai surut dan para tamu undangan mulai berdatangan. Ia merasa terharu dan bersyukur atas kehadiran keluarga serta kerabat yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari Pandeglang.
“Terharu, gembira. Semua pada datang. Dukungan semua keluarga, saudara saya dari Pandeglang, yang jauh-jauh pada datang. Alhamdulillah bersyukur sama yang kuasa. Sama keluarga saya, sama Bapak saya bersyukur,” pungkasnya.
Banjir yang melanda Jakarta Barat ini menjadi saksi bisu perjuangan pasangan pengantin dalam mewujudkan impian resepsi pernikahan mereka.