Banjir dan Longsor Sumatera: Kemenag Distribusikan Kitab Suci Lintas Agama untuk Korban

Author Image

Irfan

26 Januari 2026

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (foto: Dok Humas Kemenag Ri)
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: Dok Humas Kemenag RI)

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Kementerian Agama (Kemenag) telah mendistribusikan kitab suci untuk berbagai agama, termasuk Al-Qur’an, Alkitab, serta kitab suci Hindu, Buddha, dan Katolik, kepada para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil menyusul laporan bahwa kitab-kitab suci milik warga hancur akibat terjangan banjir dan longsor.

Permintaan Kitab Suci Mendesak

Nasaruddin mengungkapkan bahwa permintaan yang tak terduga datang dari para korban, yakni kitab suci Al-Qur’an. “Di luar dugaan kami, ternyata permintaan mereka ke Kementerian Agama itu Qur’an karena Qur’an mereka hancur,” ujar Nasaruddin saat rapat satgas di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Senin (26/1/2026).

Menanggapi hal tersebut, Kemenag segera mencetak ulang puluhan ribu Al-Qur’an untuk dibagikan kepada daerah yang terdampak. Selain itu, Kemenag juga berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha untuk menyiapkan kitab-kitab suci bagi pemeluk agama non-Muslim.

Kebutuhan Spiritual Korban Bencana

Nasaruddin menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik semata. Ia menjelaskan bahwa para korban juga membutuhkan pemenuhan kebutuhan spiritual mereka. “Bahwa ternyata masyarakat terdampak itu tidak hanya membutuhkan bangunan fisik,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan rohani para korban, Kemenag mengerahkan jajarannya, berkolaborasi dengan pemuka agama, serta para penyuluh. Selain itu, Kemenag juga mendatangkan ustaz lokal dan mendatangkan penceramah kondang secara bergilir ke lapangan. “Nah, kita kirim ustaz-ustaz lokal yang apa, yang ada di tempat itu dan ditambah juga mereka minta ustaz-ustaz dan penceramah kondang di situ. Jadi kami gilir penceramah kondang ke lapangan itu karena mereka itu juga bagian dari permintaannya,” jelas Nasaruddin.