Jakarta – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin (12/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan biasa. Kondisi ini memaksa aparat kepolisian memberlakukan diskresi lalu lintas, termasuk mengizinkan pengendara sepeda motor melintas di jalan tol untuk mengurai kemacetan.
Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Utara
Salah satu titik yang terdampak parah adalah Jalan Jembatan Tiga, Jakarta Utara. Akibat genangan banjir, pengendara motor tidak dapat melintas. Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas, polisi mengizinkan motor masuk ke ruas Tol Sunter dan Tol Jembatan Tiga Satu.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan yang terjadi di jalan arteri. “Kami satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas terhadap kendaraan roda dua untuk memasuki ruas jalan tol. Yang pertama, ruas yang dimasuki adalah dari gerbang tol Sunter mengarah ke keluaran Kebon Bawang. Kemudian, yang kedua itu dari gerbang tol Jembatan 3 satu dan keluar di Angke,” kata Dhanar kepada wartawan.
Dhanar menambahkan, genangan air di Jalan Yos Sudarso dan Pluit Raya membuat kedua jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua. “Rekayasa ini mengapa ini kami laksanakan karena di Arteri di Jalan Yos Sudarso dan Pluit Raya itu terjadi genangan dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua sehingga kami melakukan pelayanan masyarakat berupa rekayasa lantas untuk mengarahkan kendaraan roda dua ke jalan tol,” tutur Dhanar.
Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan selama kurang lebih 20 menit. Situasi dilaporkan kembali normal tanpa adanya kecelakaan lalu lintas maupun gangguan lainnya.
Akses Tol untuk Pemotor di Bekasi
Di wilayah Bekasi, sejumlah pengendara motor juga diberikan akses untuk melintas di ruas tol dari Gerbang Tol Tarumajaya, Bekasi, menuju Gerbang Tol Semper, Jakarta Utara. Langkah ini diambil karena jalur arteri di Bekasi terendam banjir.
Kainduk PJR Cikampek AKP Sandy Titah Nugroho menjelaskan bahwa ratusan pemotor dikawal oleh anggota PJR. “Ratusan pemotor dikawal PJR induk Cikampek dari GT Tarumajaya Bekasi hingga GT Semper Jakarta Utara imbas arteri Bekasi yang direndam banjir,” jelas Sandy kepada wartawan.
Sandy menyebutkan bahwa diskresi ini dilakukan mengingat kondisi force majeure atau keadaan kahar, di mana banjir menjadi penyebab utama berkumpulnya masyarakat dalam jumlah banyak. “Diskresi dilakukan mengingat kondisi ‘force majeure’ atau di luar kahar dimana banjir menjadi penyebab utama berkumpulnya masyarakat dengan jumlah banyak,” lanjut Sandy.
Pengawalan ketat dilakukan oleh jajaran Korlantas Polri dan Polres Bekasi Kabupaten untuk menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan. Diskresi ini dilakukan dalam dua tahap karena antrean yang cukup panjang, mengingat mayoritas masyarakat terjebak banjir pada pagi hari saat hendak beraktivitas.