Persaingan ketat di puncak klasemen La Liga 2025/2026 semakin memanas, dengan Real Madrid kokoh di posisi teratas dan Barcelona terus berjuang mengejar. Hingga pekan ke-24, Real Madrid memimpin dengan 60 poin dari 19 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 2 kekalahan. Sementara itu, Barcelona membuntuti di peringkat kedua dengan 58 poin, hasil dari 19 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 4 kekalahan. Selisih dua poin ini membuat setiap pertandingan menjadi krusial bagi kedua raksasa Spanyol tersebut.
Performa Terkini: Barcelona Terpukul, Real Madrid Melaju
Barcelona baru saja mengalami pukulan telak setelah menelan kekalahan 1-2 dari rival sekota, Girona, pada 16 Februari 2026. Hasil minor ini membuat mereka harus rela turun ke posisi kedua, menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Real Madrid. Tak hanya di liga domestik, skuad asuhan Hansi Flick juga tersingkir dari Copa del Rey setelah dibantai Atlético Madrid dengan skor telak 0-4. Rentetan hasil buruk ini memicu sorotan tajam terhadap taktik Flick dan performa tim secara keseluruhan.
Di sisi lain, Real Madrid menunjukkan konsistensi yang mengesankan. Tim yang kini dilatih oleh Álvaro Arbeloa ini berhasil meraih kemenangan 4-1 atas Real Sociedad pada 14 Februari 2026. Kemenangan tersebut memperkuat posisi mereka di puncak klasemen. Real Madrid dijadwalkan menghadapi Osasuna pada Sabtu, 21 Februari 2026, dengan ambisi meraih kemenangan kesembilan beruntun di La Liga.
Tuntutan Hansi Flick dan Tantangan Barcelona
Menyikapi situasi sulit ini, pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyerukan agar para pemainnya menunjukkan tanggung jawab lebih besar. Ia mengakui bahwa kekalahan beruntun telah menimbulkan keraguan di dalam tim. “Ketika Anda kalah, keraguan menyelinap masuk, tetapi kami jujur. Kami harus bermain dengan mentalitas dan rasa lapar,” ujar Flick. Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti kurangnya kepemimpinan di lapangan dan mendesak adanya peningkatan intensitas serta koneksi antar pemain. “Terkadang kami tidak memiliki pemimpin yang jelas. Para pemain ada di lapangan, dan ketika mereka memberikan 100 persen, kualitas mereka luar biasa. Tetapi kami membutuhkan lebih banyak intensitas dan koneksi yang lebih baik sebagai sebuah tim,” tambahnya.
Barcelona memiliki kesempatan untuk bangkit saat menjamu Levante di Camp Nou pada Minggu, 22 Februari 2026. Rekor kandang Barcelona di La Liga musim ini patut menjadi modal berharga, di mana mereka mencatat 100% kemenangan di hadapan para pendukungnya sendiri. Rata-rata 3,09 gol per pertandingan kandang dan hanya kebobolan 0,45 gol per 90 menit menunjukkan dominasi mereka di Camp Nou.
Menanti El Clásico Penentu
Meskipun tertinggal, peluang Barcelona untuk merebut gelar juara La Liga masih terbuka lebar. Salah satu pertandingan yang paling dinanti dan berpotensi menjadi penentu adalah El Clásico kedua musim ini, di mana Barcelona akan menjamu Real Madrid pada 10 Mei 2026. Pertemuan sebelumnya di Bernabéu pada 26 Oktober 2025 berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Real Madrid. Dengan sejumlah pertandingan tersisa dan tekanan yang semakin meningkat, persaingan menuju gelar La Liga dipastikan akan berlangsung sengit hingga akhir musim.