Barcelona Dihantam Badai Cedera dan Inkonsistensi, Ujian Berat Menanti Lawan Villarreal

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

Barcelona tengah berada dalam periode krusial di akhir Februari 2026, menghadapi serangkaian tantangan serius mulai dari badai cedera hingga inkonsistensi performa. Klub Catalan ini dituntut segera menemukan solusi di bawah asuhan pelatih , terutama menjelang laga penting kontra Villarreal di dan babak 16 besar .

Krisis Cedera Landa Lini Tengah dan Belakang

Kabar buruk terbaru datang dari lini tengah, di mana gelandang vital dipastikan absen sekitar enam minggu akibat cedera hamstring yang dialaminya saat sesi latihan Kamis (26/2/2026) pagi waktu setempat. Cedera ini menjadi pukulan telak bagi Blaugrana, mengingat peran sentral De Jong dalam mengatur ritme permainan dan membantu transisi tim.

Absennya De Jong berarti ia akan melewatkan leg kedua semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid, di mana Barcelona harus mengejar defisit 0-4, serta kedua leg babak 16 besar Liga Champions. Sebelumnya, Barcelona juga sempat dilanda krisis di lini pertahanan pada Desember 2025 dengan cederanya Ronald Araujo dan Andreas Christensen yang mengalami robekan parsial ligamen anterior (ACL). Meskipun Pedri telah kembali beraksi, kedalaman skuad masih menjadi perhatian.

Pertahanan Rapuh Jadi Sorotan Utama

Salah satu kekurangan paling mencolok Barcelona musim ini adalah rapuhnya organisasi pertahanan. Hansi Flick sendiri menyoroti kelemahan ini, menyatakan bahwa timnya “terlalu terbuka dan lini tengah kurang optimal dalam menempati posisi yang tepat” terutama dalam situasi transisi. Mantan kiper timnas Spanyol, Santi Canizares, bahkan mengkritik, “Secara defensif, mereka tidak boleh selemah itu. Tidak normal bagi kiper mereka untuk memiliki begitu banyak pekerjaan di klub besar.”

Taktik garis pertahanan tinggi yang diterapkan Flick, yang sempat dipuji musim lalu, kini justru menjadi bumerang dan mudah dieksploitasi lawan melalui serangan balik cepat. Kurangnya stabilitas terlihat dari fakta bahwa Flick telah menggunakan 16 kombinasi pertahanan berbeda dalam 38 pertandingan resmi musim ini. Kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid di Copa del Rey dan 1-2 dari Girona di La Liga menjadi bukti nyata kerentanan ini.

Performa Inkonsisten di Tengah Puncak Klasemen La Liga

Meskipun menghadapi masalah, Barcelona berhasil kembali ke puncak klasemen La Liga. Setelah sempat turun ke posisi kedua usai kalah dari Girona (17/2/2026), mereka berhasil mengkudeta Real Madrid berkat kemenangan 3-0 atas Levante (22/2/2026) dan hasil imbang rival abadi mereka. Saat ini, Barcelona memimpin dengan 61 poin dari 25 pertandingan, unggul satu angka dari Real Madrid.

Namun, inkonsistensi tetap menjadi bayang-bayang. Hansi Flick mengakui performa timnya menurun setelah dua kekalahan beruntun di awal Februari. “Saya tidak ingin berbicara tentang itu. Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua, tetapi Girona pantas menang,” ujar Flick setelah kekalahan dari Girona, mengakui keunggulan lawan. Ia menambahkan, “Kami harus lebih solid di belakang dan lebih efektif di depan. Ini adalah proses, tapi kami tidak punya banyak waktu.”

Ujian Berat Kontra Villarreal dan Liga Champions

Ujian selanjutnya bagi Barcelona adalah menghadapi Villarreal pada Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 22.15 WIB di Spotify Camp Nou. Villarreal bukan lawan sembarangan, mereka saat ini menempati peringkat ketiga La Liga dengan 51 poin dan memiliki rekor tandang impresif di Camp Nou, termasuk kemenangan 5-3 pada Januari 2024.

Di kancah Eropa, Barcelona telah memastikan diri lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions setelah finis kelima di fase liga. Undian babak 16 besar akan digelar pada 27 Februari 2026, dengan potensi lawan berat seperti Paris Saint-Germain, Newcastle United, Monaco, atau Qarabağ. Laga leg pertama akan dimainkan tandang pada 10 atau 11 Maret 2026, diikuti leg kedua di Camp Nou pada 17 atau 18 Maret 2026. Tantangan finansial klub juga masih membatasi pergerakan di bursa transfer, membuat Flick harus memaksimalkan skuad yang ada.