BBC Tak Bergantung Siaran Langsung Olahraga untuk Relevansi, Fokus ke Platform Digital

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

British Broadcasting Corporation () semakin menegaskan bahwa siaran langsung olahraga besar bukan lagi satu-satunya penentu relevansinya di mata publik. Dengan biaya hak siar yang terus meroket dan pendapatan yang menurun, raksasa ini mengalihkan fokus strategisnya ke platform digital dan konten yang lebih beragam.

Direktur Jenderal BBC, , telah berulang kali menekankan pentingnya adaptasi ini. “Kami perlu berada di platform-platform ini,” ujarnya, merujuk pada upaya BBC untuk menjangkau audiens muda secara daring dan melawan banjir misinformasi global. Pergeseran ini menjadi krusial mengingat biaya di Inggris telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu dekade terakhir, sementara pendapatan riil BBC turun 30% dalam periode yang sama.

Tantangan Finansial dan Hilangnya Hak Siar

Kondisi finansial yang menekan memaksa BBC untuk membuat keputusan yang “sangat sulit” terkait liputan olahraga. Akibatnya, BBC telah kehilangan hak siar untuk sejumlah acara olahraga ikonik. Contoh paling baru adalah Commonwealth Games 2026 di Glasgow, di mana BBC kalah bersaing dengan TNT Sports (milik Warner Bros Discovery) setelah lebih dari 70 tahun menjadi rumah bagi ajang tersebut. Ini menandai pertama kalinya Commonwealth Games disiarkan di balik paywall.

Selain itu, hak siar untuk The Boat Race (balap perahu Oxford dan Cambridge) yang telah disiarkan BBC hampir tanpa henti sejak 1938, kini beralih ke Channel 4 mulai tahun 2026. Liputan Olimpiade juga telah berkurang drastis sejak Tokyo 2020 (diselenggarakan 2021), dengan Discovery (Eurosport/Discovery+) memegang sebagian besar hak siar Eropa, membatasi BBC hanya pada maksimal dua acara langsung secara bersamaan.

Untuk Piala Dunia 2026, BBC menuai kritik setelah mengumumkan tidak akan mengirim pundit dan komentator ke Amerika Utara hingga babak perempat final, memilih untuk menyiarkan 96 pertandingan awal dari studio di Salford, Inggris. Keputusan ini kontras dengan rencana ITV yang akan mengirim stafnya ke lokasi. Mantan menteri bayangan bidang olahraga, Clive Efford, mengecam rencana tersebut, menyatakan, “Jika BBC tidak hadir sepanjang turnamen, saya akan sangat terkejut. Ini olahraga nasional kita dan ini Piala Dunia. BBC seharusnya menunjukkan prioritas yang tepat.”

Strategi ‘Digital First’ dan Kemitraan YouTube

Menanggapi tantangan ini, BBC mengadopsi strategi “digital first” untuk liputan olahraga. Alex Kay-Jelski, Direktur BBC Sport, menyatakan, “Kami bersemangat untuk mengembangkan olahraga wanita dan menghadirkan NSL ke BBC iPlayer akan memungkinkan kami melihatnya disiarkan secara gratis ke lebih banyak orang dibandingkan sebelumnya.” Pendekatan ini terlihat jelas dalam liputan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, di mana BBC Sport memprioritaskan konten digital yang kemudian dapat diadaptasi untuk siaran televisi.

Langkah signifikan lainnya adalah kemitraan dengan YouTube. Mulai Februari 2026, BBC akan memproduksi konten khusus untuk platform video tersebut, termasuk hiburan, dokumenter, saluran anak-anak, berita, dan olahraga. Inisiatif ini bertujuan untuk menjangkau audiens yang lebih muda, yang semakin beralih ke platform daring untuk hiburan dan informasi. Kemitraan ini juga membuka peluang pendapatan baru bagi BBC melalui iklan untuk pemirsa di luar Inggris.

Hak Siar yang Bertahan dan Upaya Lobi

Meskipun banyak hak siar yang hilang, BBC masih mempertahankan beberapa “permata mahkota” dalam portofolio olahraganya. Ini termasuk Wimbledon, yang merupakan kemitraan penyiaran olahraga terpanjang dalam sejarah, dengan kontrak yang akan berakhir setelah turnamen 2027. BBC juga masih menyiarkan sorotan Liga Primer dan baru-baru ini memperpanjang hak siar bersama Six Nations Rugby dengan ITV hingga 2029.

Selain itu, BBC baru-baru ini mengamankan hak siar untuk delapan pertandingan Serie A Italia (melalui BBC Alba) dan memperpanjang liputan Liga Super Netball Inggris, yang akan disiarkan di iPlayer.

Dalam upaya untuk melindungi akses publik terhadap olahraga, lembaga penyiaran publik Inggris, termasuk BBC, sedang melobi pemerintah untuk memperluas daftar acara olahraga “permata mahkota” (Group A) yang wajib disiarkan secara gratis. Daftar ini diharapkan mencakup Six Nations, kualifikasi Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa untuk tim nasional pria dan wanita, serta beberapa pertandingan Liga Champions yang melibatkan tim Inggris.

Pergeseran strategi BBC mencerminkan realitas baru dalam lanskap media global, di mana relevansi tidak lagi semata-mata diukur dari kemampuan menyiarkan acara olahraga langsung, melainkan dari kemampuan beradaptasi dan menjangkau audiens di berbagai platform digital.