Sejumlah emiten terkemuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap mengguyur dividen tunai kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Tiga nama besar yang menjadi sorotan adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS), yang telah mengumumkan jadwal dan besaran dividennya. Pembagian dividen ini dijadwalkan berlangsung pada periode Maret hingga April 2026, dengan BBNI menawarkan potensi yield dividen yang paling menggiurkan.
BBNI Pimpin dengan Yield Dividen Fantastis
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi primadona bagi investor pemburu dividen dengan mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp13,02 triliun hingga Rp13,03 triliun untuk tahun buku 2025. Angka ini setara dengan Rp349,41 per saham. Keputusan tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen (payout ratio) sebesar 65% dari laba bersih konsolidasian perseroan yang mencapai Rp20,04 triliun pada tahun 2025. Dengan asumsi harga saham saat ini, BBNI menawarkan dividend yield yang menarik, berkisar antara 8,16% hingga 8,2%.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen perseroan untuk memberikan nilai optimal kepada pemegang saham, sekaligus menjaga fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan.
Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen BBNI, tanggal-tanggal penting yang perlu dicatat adalah:
- Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 17 Maret 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 25 Maret 2026
- Tanggal Pencatatan (Recording Date): 26 Maret 2026
- Tanggal Pembayaran Dividen: 7 April 2026
BBCA Tetapkan Dividen Final dan Rencana Buyback
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tidak ketinggalan dalam memanjakan pemegang sahamnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Maret 2026, BBCA menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham untuk tahun buku 2025. Jumlah ini sudah termasuk dividen interim sebesar Rp55 per saham yang telah dibayarkan pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibayarkan adalah Rp281 per saham. Rasio pembayaran dividen BBCA untuk tahun buku 2025 mencapai 72% dari laba bersih, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Potensi dividend yield total BBCA diperkirakan sekitar 4,87%, dengan sisa dividen final sekitar 4,07%.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menegaskan bahwa keputusan RUPST ini menunjukkan komitmen perseroan untuk senantiasa memberikan nilai tambah yang berkesinambungan kepada pemegang saham. Selain itu, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) perseroan dengan nilai maksimum Rp5 triliun. Manajemen BBCA juga mengisyaratkan kemungkinan pembagian dividen interim hingga tiga kali pada tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan.
Jadwal penting untuk dividen BBCA adalah:
- Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 27 Maret 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 30 Maret 2026
- Tanggal Pencatatan (Recording Date): 31 Maret 2026
- Tanggal Pembayaran Dividen: 8 April 2026
HAIS Beri Dividen dari Laba Bersih Rp87,1 Miliar
Dari sektor pelayaran, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) juga akan membagikan dividen tunai sebesar Rp26,1 miliar hingga Rp26,12 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Setiap pemegang saham HAIS berhak atas dividen sebesar Rp9,95 per saham. Jumlah ini merupakan 30% dari laba bersih perseroan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp87,1 miliar. Dengan harga saham di kisaran Rp208 per helai, dividend yield HAIS mencapai sekitar 4,78%.
Direktur Utama Hasnur Internasional Shipping, Jayanti Sari, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga keseimbangan antara pengembalian investasi dan penguatan fundamental bisnis HAIS. Sisa laba bersih sebesar 70% atau sekitar Rp60,9 miliar akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha.
Jadwal pembagian dividen HAIS adalah sebagai berikut:
- Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 25 Maret 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 26 Maret 2026
- Tanggal Pencatatan (Recording Date): 27 Maret 2026
- Tanggal Pembayaran Dividen: 10 April 2026