BBCA dan BBNI Umumkan Dividen Jumbo Tahun Buku 2025, HAIS Ikut Tebar Cuan dengan Yield Menarik

bbca, bbni, hais, dividen, bursa efek indonesia

Sejumlah emiten di (BEI) telah mengumumkan pembagian tunai untuk tahun buku 2025, menawarkan imbal hasil menarik bagi para investor. Emiten perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk () dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk () menjadi sorotan utama, diikuti oleh pemain di sektor pelayaran, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS).

BBCA Tetapkan Dividen Rp336 per Saham, Potensi Dividen Interim 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026, menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham untuk tahun buku 2025. Angka ini setara dengan rasio pembayaran dividen (payout ratio) 72% dari laba bersih perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp57,5 triliun, meningkat 4,9% secara tahunan.

Dividen tunai sebesar Rp336 per saham tersebut sudah termasuk dividen interim Rp55 per saham yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibayarkan adalah sebesar Rp281 per saham. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menegaskan bahwa keputusan RUPST ini menunjukkan komitmen perseroan untuk senantiasa memberikan nilai tambah yang berkesinambungan kepada pemegang saham.

Untuk jadwal pembagiannya, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 27 Maret 2026, dengan tanggal ex dividen pada 30 Maret 2026. Tanggal pencatatan (recording date) jatuh pada 31 Maret 2026, dan pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 8 April 2026. Dengan asumsi harga saham BBCA di kisaran Rp6.900 per saham, estimasi yield dividen untuk sisa dividen final mencapai sekitar 4,07%, dan total yield sekitar 4,87%.

Menariknya, direksi BCA juga membuka peluang untuk membagikan dividen interim hingga tiga kali pada tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan perseroan memungkinkan. Pembagian dividen tersebut direncanakan dilakukan setiap kuartal dengan persetujuan Dewan Komisaris.

BBNI Tebar Dividen Rp13,03 Triliun, Yield Capai 8,16%

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga tidak ketinggalan dalam memanjakan pemegang sahamnya. Dalam RUPST yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026, BNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun untuk tahun buku 2025. Jumlah ini setara dengan Rp349,41 per saham.

Dividen tersebut merepresentasikan 65% dari laba bersih konsolidasian BNI tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp20,04 triliun. Laba bersih ini sedikit menurun 6,63% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp21,46 triliun. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk tetap memberikan nilai optimal kepada pemegang saham sekaligus menjaga fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan.

Investor yang ingin mendapatkan dividen BBNI perlu memperhatikan jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 17 Maret 2026. Tanggal ex dividen adalah 25 Maret 2026, dengan recording date pada 26 Maret 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 7 April 2026. Dengan asumsi harga saham BBNI di kisaran Rp4.280, dividend yield BBNI tercatat sekitar 8,16%, menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara emiten besar.

HAIS Bagikan Dividen Rp9,95 per Saham, Jaga Keseimbangan Bisnis

Dari sektor pelayaran, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) juga turut mengumumkan pembagian dividen tunai. Berdasarkan hasil RUPST tanggal 10 Maret 2026, HAIS akan membagikan dividen sebesar Rp26,1 miliar, atau setara Rp9,95 per saham, dari laba bersih tahun buku 2025. Jumlah ini merupakan 30% dari total laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp87,1 miliar.

Direktur Utama Hasnur Internasional Shipping, Jayanti Sari, menjelaskan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga keseimbangan antara pengembalian investasi dan penguatan fundamental bisnis. Sebanyak 70% laba bersih atau sekitar Rp60,9 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan.

Jadwal cum dividen HAIS di pasar reguler dan negosiasi adalah 25 Maret 2026, dengan ex dividen pada 26 Maret 2026. Investor yang berhak atas dividen tunai wajib tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 27 Maret 2026. Pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 10 April 2026. Dengan asumsi harga saham HAIS sekitar Rp208, dividend yield tercatat sekitar 4,78%.

Maret 2026 menjadi periode yang krusial bagi investor untuk mencermati peluang dividen. Sektor perbankan dan pelayaran mendominasi daftar emiten yang siap membagikan dividen, memberikan pilihan menarik di tengah dinamika pasar. Namun, investor tetap disarankan untuk melakukan analisis mendalam, mengingat dividend yield yang tinggi tidak selalu menjamin keuntungan berkelanjutan dan bisa menjadi ‘dividend trap‘ jika tidak didukung fundamental perusahaan yang kuat.