Bencana Sumatera: 1.201 Tewas, 113 Ribu Warga Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor

Author Image

Irfan

27 Januari 2026

Kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin Di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1). (foto: Antara Foto/nova Wahyudi)
Kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1). (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

JAKARTA – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Selasa (27/1/2026) telah merenggut 1.201 korban jiwa. Sebanyak 113.600 warga dilaporkan masih mengungsi akibat dampak bencana tersebut. Data ini dihimpun dari situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Rincian Korban dan Kerusakan

Wilayah Aceh Utara mencatat jumlah korban tewas terbanyak, yaitu 246 orang. Daerah ini juga menjadi lokasi pengungsian terbesar dengan 33 ribu warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Selain korban jiwa, 142 orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam peristiwa nahas ini.

Secara keseluruhan, bencana yang terjadi di akhir November 2025 ini telah berdampak pada 53 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut. Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan masif, meliputi 175.050 rumah yang rusak, 215 fasilitas kesehatan, dan 4.546 fasilitas pendidikan. Fasilitas umum lainnya yang terdampak antara lain 803 rumah ibadah, 866 jembatan, dan 2.165 ruas jalan.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Penyebab utama bencana ini diidentifikasi sebagai hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari. Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan upaya pembersihan material kayu gelondongan dan lumpur sisa banjir bandang. Selain itu, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi para korban juga terus digalakkan sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana.