Benedict Bridgerton Ungkap Identitas Panseksualnya di Musim Keempat, Kisah Cinta dengan Sophie Baek Berakhir Bahagia

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

Serial drama periode populer , Bridgerton, kembali memukau penonton dengan paruh kedua musim keempatnya yang tayang perdini pada Kamis, 26 Februari 2026. Musim ini secara khusus menyoroti kisah cinta (diperankan oleh Luke Thompson), anak kedua keluarga Bridgerton yang berjiwa bebas, dan (diperankan oleh Yerin Ha), seorang pelayan dengan masa lalu yang rumit.

Perjalanan romansa Benedict dan Sophie menjadi inti cerita musim keempat, yang banyak diadaptasi dari novel ketiga Julia Quinn, An Offer from a Gentleman. Kisah mereka dimulai dari pertemuan tak terlupakan di pesta topeng keluarga Bridgerton, di mana Benedict terpikat oleh sosok misterius ‘Lady in Silver’ tanpa menyadari bahwa wanita itu adalah Sophie.

Pengungkapan Seksualitas Benedict: Panseksual dan Melawan Stereotip

Salah satu aspek paling signifikan dalam adaptasi serial ini adalah eksplorasi mendalam terhadap seksualitas Benedict. Berbeda dengan versi buku yang menggambarkan Benedict sebagai heteroseksual, serial Bridgerton secara eksplisit menampilkan karakternya sebagai biseksual atau panseksual.

Luke Thompson, aktor pemeran Benedict, menggambarkan seksualitas karakternya sebagai panseksual. Ia menjelaskan, “Seksualitas pria, khususnya, bisa terasa terkotak-kotak dalam cara eksplorasinya. Mari kita perjelas, itu adalah periode yang sangat represif. Dengan istilah modern kita, [deskriptor] terdekat adalah sesuatu yang mirip dengan — tertarik pada cara seseorang berpikir dan merasa, terlepas dari gender.”

Showrunner Jess Brownell menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah yang disengaja dan penting. Brownell menyatakan, “Sangat penting bahwa hanya karena seseorang mungkin berakhir dalam hubungan yang terlihat heteroseksual, itu tidak meniadakan ke-queer-an mereka.” Ia menambahkan, “Saya pikir ke-queer-an Benedict akan selalu menjadi bagian dari identitasnya.”

Brownell juga menyoroti upaya serial ini untuk melawan stereotip yang merugikan. “Ada stereotip yang sangat berbahaya dan tidak benar bahwa pria biseksual sebenarnya adalah pria gay. Lebih sering, kita melihat pria biseksual berakhir di media dalam hubungan yang terlihat homoseksual. Dan rasanya segar serta penting untuk melihat seorang pria biseksual berakhir dalam hubungan yang terlihat heteroseksual dan tetap mengakui fakta bahwa dia masih queer,” jelasnya. Musim ketiga sebelumnya telah menunjukkan eksplorasi hubungan Benedict dengan pria dan wanita, termasuk hubungan kelompok dengan Paul Suarez dan Lady Tilley Arnold.

Drama Kelas dan Resolusi Kisah Cinta

Paruh pertama musim keempat berakhir dengan sebuah klimaks yang mengejutkan, di mana Benedict melamar Sophie untuk menjadi selirnya. Tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Sophie, yang memiliki pengalaman pahit dari ibunya yang juga menjadi selir seorang bangsawan, dan bertekad untuk tidak mengulangi nasib serupa. Konflik utama dalam kisah cinta mereka berakar pada perbedaan kelas yang kaku di masyarakat era Regency.

Namun, paruh kedua musim keempat membawa resolusi yang dinanti. Dalam Episode 6, Benedict dan Sophie memiliki percakapan pribadi yang menjadi titik balik penting. Di momen ini, Benedict mengungkapkan seluruh kebenaran tentang dirinya, termasuk hubungan masa lalunya dengan pria dan wanita, kepada Sophie.

Akhirnya, Benedict dan Sophie bertunangan. Resolusi ini tidak datang dari perubahan pandangan masyarakat, melainkan melalui pengungkapan penipuan yang dilakukan ibu tiri Sophie, Araminta, terkait mahar Sophie. Keluarga Bridgerton kemudian menyusun kembali latar belakang Sophie sebagai kerabat jauh Lord Penwood, memberinya identitas yang dapat diterima secara sosial. Bahkan, sebuah adegan pasca-kredit di akhir musim keempat menampilkan pernikahan Benedict dan Sophie, menandai akhir bahagia bagi pasangan ini.

Selain kisah Benedict, musim keempat juga melanjutkan alur cerita Francesca Bridgerton, yang menjanjikan eksplorasi lebih lanjut tentang identitas queer dengan diperkenalkannya Michaela Stirling, karakter yang diubah gendernya dari buku.