Benjamin Sesko Diibaratkan Ulang Kisah Rasmus Hojlund di Manchester United

Author Image

Irfan

12 Januari 2026

Foto: Action Images Via Reuters/craig Brough
Foto: Action Images via Reuters/Craig Brough

Manchester United dinilai mengulang kesalahan yang sama terkait penyerang muda Benjamin Sesko, dengan membebankan ekspektasi terlalu tinggi pada pemain yang belum matang. Sesko baru saja menunjukkan performa menanjak dengan mencetak dua gol ke gawang Burnley dan satu gol ke gawang Brighton & Hove Albion dalam dua penampilan terakhirnya. Meskipun gol-gol tersebut tidak mampu membawa kemenangan bagi tim (hasil imbang 2-2 melawan Burnley dan kekalahan 1-2 dari Brighton), performa ini setidaknya memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Sesko, yang sebelumnya hanya mencetak dua gol dalam 17 penampilan.

Situasi ini muncul di tengah ketidakstabilan Manchester United pasca-pemecatan manajer Ruben Amorim. Banyak pihak menilai manajemen klub justru mengulang pola yang sama seperti yang terjadi pada Rasmus Hojlund. Keduanya dianggap belum memiliki dukungan pemain lain yang memadai untuk mengurangi beban, dan belum cukup siap untuk menjadi tulang punggung tim.

Beban Ganda pada Penyerang Muda

Eks gelandang Manchester United, Owen Hargreaves, menyoroti beban yang terlalu besar dipikul oleh Sesko. “Dia adalah ancaman untuk pertahanan lawan, dia telah menunjukkannya, dan saya pikir masih banyak ruang untuk berkembang. Secara fisik, dia punya beberapa karakteristik yang luar biasa,” ujar Hargreaves mengutip Metro. Ia menambahkan, “Saya rasa dia akan terus membaik. Tetapi tanggung jawab mencetak gol seharusnya tidak hanya dibebankan pada Benjamin Sesko.”

Hargreaves membandingkan situasi saat ini dengan era keemasan Manchester United yang memiliki banyak pilihan penyerang berkualitas. “Dulu, United memiliki empat atau lima striker. Anda ingat Andy Cole, Dwight Yorke, Teddy Sheringham, Ole Gunnar Solskjaer. Kemudian mereka punya pemain-pemain muda yang muncul berikutnya: Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, [Carlos] Tevez.”

Menurutnya, beban mencetak gol seharusnya tidak hanya ditanggung oleh pemain muda yang masih dalam tahap pembelajaran. “Seharusnya bukan hanya Benjamin Sesko yang menanggungnya, seorang pemain muda yang masih belajar. Kita melihat itu dengan Rasmus Hojlund dan bagaimana akhirnya, dia dipinjamkan,” jelasnya. “Jadi Anda punya pemain muda lain yang mencoba memikul semua beban mencetak gol-gol dan saya pikir itu terlalu berat untuk satu pemain muda,” pungkas Hargreaves.

Rasmus Hojlund sendiri saat ini tengah dipinjamkan ke Napoli sejak musim panas tahun lalu. Di klub Italia tersebut, ia tampil impresif dengan mencetak sembilan gol dan tiga assist dalam 23 pertandingan, membuat Napoli berencana untuk merekrutnya secara permanen.