Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton pada Jumat, 27 Februari 2026, bersaksi di hadapan Komite Pengawas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, membantah keras keterlibatannya dalam skandal kejahatan seks Jeffrey Epstein. Pemeriksaan tertutup yang berlangsung di Chappaqua, New York, kediaman keluarga Clinton, itu memakan waktu lebih dari enam jam.
Dalam pernyataan pembukaannya, Clinton dengan tegas menyatakan tidak mengetahui aktivitas kriminal Epstein. “Saya tidak tahu kejahatan yang dilakukan Epstein. Saya tidak melihat apa pun, dan saya tidak melakukan kesalahan apa pun,” ujarnya, sebuah kutipan yang juga ia bagikan di media sosial. Ia menambahkan, “Bahkan dengan pandangan ke belakang 20/20, saya tidak melihat apa pun yang pernah membuat saya ragu. Kita berada di sini hanya karena dia menyembunyikannya dari semua orang dengan sangat baik untuk waktu yang sangat lama.”
Clinton juga menekankan bahwa jika ia memiliki sedikit pun petunjuk mengenai kejahatan Epstein, ia akan melaporkannya sendiri. “Sebagai seseorang yang tumbuh di rumah dengan kekerasan dalam rumah tangga, saya tidak hanya tidak akan terbang dengan pesawatnya jika saya memiliki sedikit pun petunjuk tentang apa yang dia lakukan – saya akan menyerahkannya sendiri dan memimpin seruan untuk keadilan atas kejahatannya, bukan kesepakatan manis,” kata Clinton.
Hubungan antara Bill Clinton dan Jeffrey Epstein telah menjadi sorotan publik selama bertahun-tahun. Clinton menyatakan bahwa ia mengakhiri hubungannya dengan Epstein sekitar tahun 2005, jauh sebelum Epstein dinyatakan bersalah atas tuduhan pelecehan seks anak pada tahun 2008. Sebagian besar interaksi mereka terjadi antara tahun 2001 hingga 2003, seringkali terkait dengan pekerjaan Clinton Foundation. Mantan presiden itu diketahui beberapa kali menggunakan jet pribadi Epstein. Selain itu, Epstein juga tercatat mengunjungi Gedung Putih setidaknya empat kali selama masa kepresidenan Clinton.
Sehari sebelumnya, pada Kamis, 26 Februari 2026, istri Bill Clinton, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, juga telah memberikan kesaksian di hadapan panel yang sama. Hillary Clinton dengan tegas menyatakan tidak pernah bertemu Epstein dan tidak memiliki informasi apa pun terkait kejahatan seksnya. Ia bahkan menyebut proses pemeriksaan tersebut sebagai “teater politik partisan” dan “penghinaan terhadap rakyat Amerika.”
Kesaksian kedua tokoh tersebut dilakukan setelah Komite Pengawas DPR mengancam akan menahan mereka karena dianggap menghina Kongres jika menolak untuk hadir. Para anggota DPR dari Partai Demokrat menuduh Partai Republik menggunakan penyelidikan ini sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari hubungan mantan Presiden Donald Trump dengan Epstein, dan telah menyerukan agar Trump juga dipanggil untuk bersaksi. Nama Donald Trump juga sering muncul dalam dokumen-dokumen Epstein, dan ia diketahui bersosialisasi dengan Epstein di masa lalu.
Meskipun namanya sering disebut dalam dokumen-dokumen terkait Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman, Bill Clinton tidak pernah dituduh melakukan kejahatan atau secara resmi diselidiki atas dugaan pelecehan seks oleh korban atau pihak berwenang. Pada Januari 2026, terungkap bahwa FBI sebelumnya memang pernah menyelidiki tuduhan terkait Epstein terhadap Clinton, namun beberapa di antaranya tidak terverifikasi dan digambarkan sebagai “tidak kredibel.” Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang telah divonis, pada tahun 2025 juga mengklaim bahwa Clinton adalah temannya, bukan teman Epstein, dan membantah keterlibatan Clinton dalam kejahatan Epstein, serta menegaskan Clinton tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein, Little Saint James.