Pendiri Microsoft dan filantropis terkemuka, Bill Gates, pada Selasa, 24 Februari 2026, menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada staf Yayasan Bill & Melinda Gates. Permintaan maaf ini terkait dengan hubungannya di masa lalu dengan terpidana pelaku kejahatan seks, Jeffrey Epstein, yang disebutnya sebagai “kesalahan besar” dan berpotensi merusak reputasi yayasan.
Dalam pertemuan balai kota internal tersebut, Gates mengakui bahwa ia telah melakukan dua perselingkuhan di luar nikah dengan wanita Rusia saat masih berstatus suami dari Melinda French Gates. Salah satu wanita tersebut diidentifikasi sebagai Mila Antonova, seorang pemain bridge Rusia, dan yang lainnya adalah seorang fisikawan nuklir Rusia.
Gates Tegaskan Tidak Terlibat Kejahatan Epstein
Gates menegaskan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal atau menyaksikan kejahatan yang dilakukan Epstein. “Saya tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Saya tidak melihat sesuatu yang melanggar hukum,” ujarnya, seraya menambahkan, “Saya tidak pernah menghabiskan waktu dengan para korban, wanita-wanita di sekitarnya.” Ia juga menyatakan penyesalannya karena telah melibatkan eksekutif yayasan dalam pertemuan dengan Epstein. “Saya meminta maaf kepada orang lain yang terseret ke dalam hal ini karena kesalahan yang saya buat,” kata Gates.
Hubungan antara Gates dan Epstein berlangsung dari tahun 2011 hingga 2014, beberapa tahun setelah Epstein divonis bersalah pada tahun 2008 atas kasus permintaan prostitusi anak di bawah umur. Pertemuan-pertemuan ini berlanjut bahkan setelah Melinda French Gates menyuarakan kekhawatirannya pada tahun 2013. Gates menjelaskan bahwa ia bertemu Epstein dengan harapan Epstein dapat membantu menggalang dana untuk inisiatif filantropi kesehatan global, mengingat Epstein “mengenal banyak orang yang sangat kaya.”
Ancaman dan Klaim Tak Berdasar dari Epstein
Terungkap pula bahwa Epstein diduga mengetahui perselingkuhan Gates dan pernah mencoba menggunakan informasi tersebut untuk mengancam atau memeras Gates pada tahun 2017, khususnya terkait hubungannya dengan Mila Antonova.
Rilis terbaru dokumen Departemen Kehakiman AS terkait Epstein pada Januari 2026 semakin mengintensifkan sorotan publik. Dokumen-dokumen tersebut mencakup klaim tak terverifikasi yang ditulis oleh Epstein dalam emailnya sendiri, menuduh Gates tertular penyakit menular seksual dari “gadis-gadis Rusia” dan mencoba memberikan antibiotik kepada Melinda secara diam-diam. Gates dengan tegas membantah klaim ini, menyebutnya “benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya palsu,” serta mengindikasikan bahwa Epstein mungkin berusaha memeras atau mencemarkan nama baiknya.
Pihak Yayasan Bill & Melinda Gates juga mengklarifikasi bahwa meskipun beberapa karyawan yayasan sempat berinteraksi dengan Epstein untuk menjajaki potensi pendanaan, tidak ada kolaborasi atau dana yang pernah terwujud, dan tidak ada pembayaran yang dilakukan kepada Epstein. Yayasan menyatakan “menyesal karena ada karyawan yang berinteraksi dengan Epstein dengan cara apa pun.”
Dampak pada Reputasi dan Reaksi Melinda French Gates
Gates mengakui bahwa kontroversi ini telah membayangi pekerjaan yayasan dan berpotensi merusak reputasinya, mengingat “pekerjaan kami sangat sensitif terhadap reputasi.” Sebagai respons atas meningkatnya pertanyaan publik, Gates bahkan membatalkan pidato utamanya di AI Impact Summit di India pada pertengahan Februari 2026, dengan alasan untuk menjaga fokus acara tetap pada prioritas utamanya.
Melinda French Gates, mantan istri Bill Gates, sebelumnya telah menyatakan skeptisismenya terhadap hubungan Gates dengan Epstein. Ia juga mengungkapkan bahwa detail-detail yang muncul kembali sangat menyakitkan secara pribadi, “karena itu membawa kembali kenangan akan masa-masa yang sangat, sangat menyakitkan dalam pernikahan saya.” Melinda menegaskan bahwa Bill Gates harus “menjawab hal-hal itu” dan ia “senang bisa menjauh dari semua kekacauan yang ada.”