Binance Lirik Yunani sebagai Pusat Operasi Eropa di Tengah Tantangan Regulasi Global

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

Platform pertukaran aset kripto terbesar di dunia, , dilaporkan sedang menjajaki sebagai salah satu kandidat utama untuk menjadi pusat operasionalnya di Eropa. Langkah strategis ini muncul di tengah lanskap yang semakin ketat di berbagai yurisdiksi dan upaya Binance untuk memperkuat kepatuhan globalnya.

Strategi Kepatuhan di Tengah Badai Regulasi

Pertimbangan Binance terhadap Yunani bukanlah tanpa alasan. Negara di Eropa Selatan ini dikenal memiliki sikap progresif terhadap teknologi blockchain dan secara aktif mengembangkan kerangka regulasi yang jelas untuk aset kripto. Hal ini kontras dengan tantangan regulasi signifikan yang dihadapi Binance di beberapa negara Eropa lainnya, yang menyebabkan penarikan operasional dari pasar seperti Belanda, Jerman, dan Siprus pada akhir 2023.

Meskipun demikian, Binance telah berhasil memperoleh persetujuan regulasi di beberapa negara Eropa lainnya, termasuk Prancis, Italia, dan Spanyol. Ini menunjukkan strategi perusahaan untuk mengamankan lisensi spesifik negara sebagai bagian dari pendekatan desentralisasi operasional dan pembentukan pusat regional.

Peran MiCA dan Peran Richard Teng

Pembentukan basis operasional di Eropa menjadi krusial bagi Binance untuk memenuhi regulasi Markets in Crypto-Assets () yang akan datang di seluruh Uni Eropa. Regulasi ini bertujuan untuk menstandardisasi aturan kripto di seluruh blok ekonomi tersebut. Sumber yang dekat dengan masalah ini mengindikasikan bahwa diskusi antara Binance dan otoritas keuangan Yunani telah berlangsung sejak awal tahun 2024, dengan fokus pada persyaratan lisensi dan pengaturan operasional.

Komisi Pasar Modal Hellenic (HCMC) Yunani sendiri telah menyatakan minatnya untuk berkolaborasi dengan pemain besar di industri kripto guna memastikan lingkungan yang aman dan patuh untuk layanan aset digital. Upaya ini sejalan dengan penekanan baru dari CEO Binance, Richard Teng, yang mengambil alih kepemimpinan setelah Changpeng Zhao (CZ) mengundurkan diri pada akhir 2023. Teng menekankan fokus yang diperbarui pada kepatuhan regulasi dan pembangunan hubungan yang kuat dengan regulator global.

Sebelumnya, pada tahun 2022, mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, pernah menyatakan bahwa Yunani menjadi salah satu negara yang dipertimbangkan sebagai pusat potensial untuk operasi Eropa. Tekanan global terhadap Binance, termasuk penyelesaian multi-miliar dolar dengan otoritas AS pada akhir 2023, semakin menegaskan pentingnya bagi perusahaan untuk mengamankan operasi yang stabil dan patuh di Eropa.