Harga Bitcoin (BTC) dan sejumlah mata uang kripto utama lainnya mengalami koreksi tajam pada Sabtu, 28 Februari 2026. Penurunan ini terjadi menyusul laporan serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, Bitcoin, terpantau anjlok hingga diperdagangkan di bawah level US$64.000. Bahkan, Bitcoin sempat menyentuh titik terendah di US$63.245 sekitar pukul 14.00 WIB, dengan penurunan lebih dari 6 persen dalam waktu singkat.
Aksi Jual Massal di Pasar Kripto
Data dari Coinmarketcap pada pukul 14.50 WIB menunjukkan penurunan harga Bitcoin sebesar 5,66% menjadi US$63.840. Tidak hanya Bitcoin, altcoin lain juga turut tertekan. Ether (ETH) anjlok 7,77% menjadi US$1.870, Solana (SOL) turun 9,56% menjadi US$78,85, dan BNB terkoreksi 4,52% menjadi US$598,42. Bahkan memecoin seperti DOGE melemah hingga 10,49%.
Secara keseluruhan, sekitar US$128 miliar nilai kapitalisasi pasar aset digital menguap dalam waktu singkat setelah kabar serangan tersebut beredar. Fenomena ini mencerminkan sentimen ‘risk-off’ di kalangan investor, di mana mereka cenderung menarik diri dari aset berisiko tinggi seperti kripto dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman atau ‘safe haven’, seperti emas, obligasi pemerintah, dan dolar AS.
Komentar Analis dan Dampak Geopolitik
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi militer tersebut melalui unggahan di Truth Social, menyatakan tujuan serangan adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran. Sebagai respons, Iran dilaporkan membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta pangkalan AS di Timur Tengah.
Kepala riset Arctic Digital, Justin d’Anethan, menilai bahwa Bitcoin berperan sebagai ‘katup tekanan’ saat peristiwa kritis terjadi di akhir pekan. Ia menambahkan bahwa dampak awal terhadap token tersebut tidak sedrastis yang mungkin diperkirakan sebagian pihak, mengingat banyak leverage yang sudah tersapu sebelumnya. Sementara itu, Kepala Strategi Investasi Wealth Club, Susannah Streeter, menyebut langkah militer tegas ini datang lebih cepat dari perkiraan, dan memprediksi arus dana akan kembali masuk ke aset ‘safe haven’ seperti emas.
Penurunan mendadak ini juga diperburuk oleh tekanan likuidasi di pasar derivatif, di mana posisi long besar-besaran terpaksa ditutup saat harga bergerak turun, dengan sekitar US$100 juta posisi long Bitcoin dilikuidasi hanya dalam 15 menit. Analis pasar meyakini bahwa volatilitas akan terus berlanjut selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda, dan pemulihan harga kripto akan sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik.