Block Inc., perusahaan teknologi finansial yang didirikan oleh Jack Dorsey, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 4.000 karyawannya pada Kamis, 26 Februari 2026. Keputusan drastis ini, yang memangkas hampir separuh dari total tenaga kerja perusahaan, disebut Dorsey sebagai langkah restrukturisasi besar-besaran yang didorong oleh kemajuan pesat dalam teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sebelum gelombang PHK ini, Block memiliki lebih dari 10.000 karyawan. Dengan pengurangan ini, jumlah karyawan akan menyusut hingga di bawah 6.000 orang. Pengumuman ini datang meskipun Block, yang menaungi platform pembayaran Square dan aplikasi keuangan Cash App, baru saja melaporkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun 2025.
AI Ubah Cara Kerja Perusahaan
Dalam suratnya kepada para pemegang saham, Jack Dorsey menjelaskan bahwa keputusan ini bukan karena perusahaan sedang dalam kesulitan finansial. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa bisnis Block “kuat” dan “laba kotor terus tumbuh, kami terus melayani lebih banyak pelanggan, dan profitabilitas meningkat.” Namun, Dorsey menekankan adanya perubahan fundamental dalam cara perusahaan beroperasi.
“Alat-alat intelijen telah mengubah arti membangun dan menjalankan sebuah perusahaan. Kami sudah melihatnya secara internal. Tim yang jauh lebih kecil, menggunakan alat yang kami bangun, dapat melakukan lebih banyak dan melakukannya dengan lebih baik,” tulis Dorsey. Ia juga menambahkan bahwa kemampuan alat-alat intelijen ini berkembang semakin cepat setiap minggunya.
Langkah Tegas Hindari Ketidakpastian Berlarut
Dorsey memilih untuk melakukan satu putaran PHK besar-besaran daripada pengurangan bertahap yang berlarut-larut. Ia berpendapat bahwa “putaran pemotongan berulang merusak moral, fokus, dan kepercayaan yang diberikan pelanggan dan pemegang saham pada kemampuan kami untuk memimpin.” Dorsey lebih memilih untuk “mengambil tindakan yang keras dan jelas sekarang dan membangun dari posisi yang kami yakini daripada mengelola pengurangan orang secara perlahan menuju hasil yang sama.”
Keputusan ini juga mencerminkan keyakinan Dorsey bahwa Block bukanlah perusahaan pertama yang akan mengambil langkah serupa. “Saya tidak berpikir kita terlalu awal dalam menyadari hal ini. Saya pikir sebagian besar perusahaan terlambat,” ujarnya, memprediksi bahwa mayoritas perusahaan akan mencapai kesimpulan yang sama dan membuat perubahan struktural serupa dalam setahun ke depan.
Kinerja Keuangan dan Reaksi Pasar
Block melaporkan laba kotor sebesar $2,87 miliar pada kuartal keempat 2025, meningkat 24% dari tahun sebelumnya. Laba operasional yang disesuaikan juga melonjak 46%. Untuk keseluruhan tahun 2025, laba kotor Block mencapai $10,36 miliar, naik 17% secara tahunan.
Meskipun terjadi PHK massal, pasar merespons positif pengumuman ini. Harga saham Block melonjak sekitar 20-25% dalam perdagangan setelah jam kerja, menunjukkan kepercayaan investor terhadap strategi perusahaan yang berfokus pada efisiensi berbasis AI. Block memperkirakan akan menanggung biaya restrukturisasi sekitar $450 juta hingga $500 juta, yang sebagian besar akan terjadi pada kuartal pertama tahun fiskal 2026.
Paket Pesangon dan Dukungan Karyawan
Bagi karyawan yang terdampak, Block menawarkan paket pesangon yang komprehensif. Mereka akan menerima setidaknya 20 minggu gaji, ditambah satu minggu untuk setiap tahun masa kerja. Selain itu, karyawan akan mendapatkan hak vesting ekuitas hingga akhir Mei, enam bulan cakupan kesehatan, opsi untuk menyimpan perangkat perusahaan, dan dukungan tambahan sebesar $5.000 untuk membantu transisi mereka.
Langkah PHK ini bukan yang pertama bagi Block; perusahaan juga telah melakukan pengurangan karyawan pada tahun 2023, Januari 2024, dan Maret 2025. Namun, skala dan alasan yang secara eksplisit menyebutkan AI kali ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi perusahaan di era teknologi yang terus berkembang.