Blunder Kadek Arel Picu Kritik Tajam, Johnny Jansen Tetap Beri Kepercayaan Penuh

Author Image

Irfan

27 Februari 2026

kadek arel, johnny jansen, bali united, super league, psim yogyakarta

Bek muda , Priyatna, kembali menjadi sorotan tajam setelah melakukan blunder fatal yang berujung pada hasil imbang 3-3 melawan dalam lanjutan Super League 2025-2026 pada Senin, 23 Februari 2026. Insiden tersebut memicu gelombang kritik dari para suporter yang kecewa. Namun, di tengah badai kritik, pelatih kepala Bali United, , dengan tegas menyatakan kepercayaannya terhadap sang pemain.

Momen krusial terjadi pada menit ke-72 pertandingan di Stadion Sultan Agung, Bantul. Kadek Arel, yang mencoba memainkan bola pendek di lini pertahanan, memberikan umpan yang lemah dan tanggung kepada rekan setimnya, Joao Ferrari. Kesalahan ini dimanfaatkan pemain PSIM Yogyakarta untuk merebut bola. Dalam upaya menghentikan serangan lawan, Ferrari terpaksa melakukan tekel keras yang berujung pada kartu merah langsung setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR).

Kehilangan satu pemain membuat Bali United goyah, terutama setelah sebelumnya sempat unggul telak 3-0. Keunggulan yang dibangun melalui gol-gol Thijmen Goppel, Tim Receveur, dan Irfan Jaya itu sirna di penghujung laga, dengan PSIM berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Hasil imbang ini membuat Serdadu Tridatu terlempar dari posisi 10 besar klasemen sementara Super League dengan koleksi 29 poin.

Menanggapi derasnya kritik yang dialamatkan kepada Kadek Arel, Johnny Jansen pasang badan. Pelatih asal Belanda ini menegaskan bahwa kritik adalah hal yang wajar dalam sepak bola, terutama bagi pemain yang melakukan kesalahan. “Jika kamu melakukan kesalahan, pasti akan ada kritik. Dia (Arel) pemain muda yang memiliki kualitas yang bagus. Jika diberikan kesempatan bermain pasti ingin memenangkan laga,” ujar Johnny Jansen.

Jansen menambahkan harapannya agar Kadek Arel dapat belajar dari setiap kesalahan yang terjadi. Ia memandang bek berusia 20 tahun tersebut sebagai aset berharga bagi masa depan sepak bola Indonesia. “Harapan saya dengan kesalahan yang terjadi, Arel bisa belajar dari kesalahan tersebut karena dia adalah aset potensial yang dimiliki oleh Indonesia,” jelas pelatih yang baru menjabat sebagai arsitek Bali United sejak 26 Mei 2025 ini.

Kepercayaan Jansen terhadap Kadek Arel bukan tanpa alasan. Pemain kelahiran 4 April 2005 ini merupakan salah satu talenta muda paling menjanjikan, bahkan menjabat sebagai kapten Tim Nasional Indonesia U-23. Musim ini, Kadek Arel telah mencatatkan 18 hingga 20 penampilan di Super League 2025-2026 bersama Bali United, menunjukkan konsistensi dalam mendapatkan menit bermain.

Ini bukan kali pertama Kadek Arel menjadi sorotan karena blunder. Sebelumnya, pada laga tandang melawan Persik Kediri pada 30 Januari 2026, miskomunikasi antara Kadek Arel dan kiper Mike Houptmeijer juga sempat dimanfaatkan lawan.

Johnny Jansen sendiri didatangkan Bali United untuk menggantikan Stefano Cugurra. Dengan rekam jejak melatih klub-klub Eredivisie seperti SC Heerenveen dan PEC Zwolle, serta pengalaman di Lebanon bersama Safa Sporting Club, Jansen diharapkan mampu membawa Bali United kembali bersaing di papan atas. Ia bahkan membawa dua asisten pelatih dari Belanda, Ronnie Pander dan Jeffrey Dennis Talan, untuk mendukung program kepelatihannya. Target yang dicanangkan Jansen adalah membawa Serdadu Tridatu finis di posisi empat atau lima besar Super League musim ini.

Meskipun dihantam kritik, Kadek Arel diperkirakan akan tetap dipercaya mengisi posisi bek tengah saat Bali United menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-23 Super League, Sabtu, 28 Februari 2026. Laga ini akan menjadi kesempatan bagi Kadek Arel untuk membuktikan diri dan membayar kepercayaan yang diberikan oleh pelatih Johnny Jansen.