Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada Minggu, 1 Maret 2026. Sebagian besar daerah di provinsi ini diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas bervariasi, bahkan beberapa di antaranya berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Menurut prakiraan BMKG Jawa Timur, kondisi cuaca pada awal Maret 2026 terpantau cukup dinamis. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi seperti banjir, genangan, luapan sungai, dan tanah longsor yang dapat terjadi.
Potensi Hujan dan Petir di Berbagai Daerah
Pada hari ini, Minggu, 1 Maret 2026, BMKG memprediksi cuaca di Jawa Timur akan didominasi oleh kondisi berawan dan hujan ringan. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 17 hingga 30 derajat Celsius.
Beberapa wilayah yang diprediksi mengalami hujan ringan antara lain Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, dan Madiun.
Khusus untuk wilayah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi, potensi hujan diprediksi akan disertai petir. Sementara itu, Kota Surabaya juga diprakirakan akan didominasi hujan disertai badai petir sejak pagi hingga malam hari, dengan kelembapan udara yang relatif tinggi di atas 80 persen dan angin bertiup lemah dari arah utara.
Peringatan Dini Nasional dan Dampak Cuaca Ekstrem
Secara nasional, BMKG menempatkan Jawa Timur dalam kategori ‘Waspada’ untuk potensi hujan sedang hingga lebat pada 1 Maret 2026. Peringatan serupa juga berlaku untuk beberapa provinsi lain di Indonesia. Selain itu, potensi angin kencang juga diwaspadai di Jawa Timur, Bali, Banten, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sulawesi Selatan.
Maret diindikasikan sebagai puncak musim hujan, sehingga potensi cuaca ekstrem diprakirakan masih tinggi. Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan berbagai dampak, termasuk banjir, tanah longsor, hujan disertai angin kencang, kerusakan rumah dan bangunan, lahan pertanian, serta korban luka-luka.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu siap sedia perlengkapan hujan dan memantau informasi cuaca terkini dari BMKG sebelum beraktivitas di luar rumah guna mengantisipasi kemungkinan gangguan.