BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Sejumlah Wilayah Indonesia pada Minggu, 1 Maret 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas beragam, mulai dari ringan hingga sangat lebat, yang diprediksi terjadi pada Minggu, . Kondisi ini juga berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang.

Sejumlah provinsi telah ditetapkan dalam status Siaga, yang berarti berpotensi mengalami hingga sangat lebat. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Masyarakat di daerah ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir, genangan, dan tanah longsor.

Selain itu, BMKG juga menetapkan status Waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah lain. Daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Prakirawan BMKG, Selly Brillian, dalam siaran prakiraan cuaca pada Minggu, menyampaikan bahwa di wilayah barat Indonesia, potensi hujan petir perlu diwaspadai di Palembang dan Tanjung Selor. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, dan Palangkaraya. Untuk wilayah timur Indonesia, Selly juga mengingatkan potensi hujan petir di Mamuju dan hujan sedang di Kupang.

Khusus untuk wilayah Jabodetabek, BMKG memprakirakan seluruh area akan diguyur hujan. Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi diprediksi mengalami hujan ringan, sedangkan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan berpotensi hujan sedang.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer. “Cuaca di Indonesia sampai 5 Maret 2026 umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujarnya. Fenomena yang berkontribusi meliputi bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Banten, sistem tekanan rendah di Samudra Pasifik utara Papua dan Teluk Carpentaria, serta sirkulasi siklonik di perairan utara Kalimantan Barat.

Selain itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif pada fase 2 di Samudra Hindia dan fase 3 (Indian Ocean) serta fase 4 (Maritime Continent) juga turut meningkatkan pembentukan awan hujan di Indonesia bagian barat hingga tengah. Gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan La Niña lemah juga menjadi faktor pemicu. Kepala Stasiun Klimatologi D.I. Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menambahkan bahwa “Kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi curah hujan di wilayah daratan Yogyakarta.”

Dampak hidrometeorologi yang perlu diwaspadai akibat curah hujan tinggi ini meliputi banjir, genangan air, tanah longsor, hingga potensi pohon tumbang dan papan reklame roboh akibat angin kencang. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.