Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Jabodetabek pada awal Maret 2026. Hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat, diperkirakan akan mengguyur Jakarta, Bekasi, dan Tangerang pada Minggu, 1 Maret 2026, dan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
Prakiraan Cuaca Jakarta dan Wilayah Penyangga
Untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memprakirakan sebagian besar kawasan akan diguyur hujan ringan sepanjang hari, terutama pada pagi hingga siang. Namun, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada sore hari. Sementara itu, Kepulauan Seribu diprediksi akan berawan tanpa potensi hujan. Suhu udara di Jakarta diperkirakan berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 60-91 persen.
Di wilayah penyangga Ibu Kota, seperti Bekasi, hujan ringan diprediksi akan mendominasi sepanjang hari. Khususnya di Bekasi Timur, cuaca terpantau cerah berawan pada pagi hari dengan suhu 31 derajat Celsius. Suhu di Bekasi secara umum diperkirakan antara 25-31 derajat Celsius.
Kondisi berbeda terjadi di Tangerang Raya. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Sementara itu, Kota Tangerang diperkirakan mengalami hujan ringan. Warga di Tangerang Raya diimbau untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, khususnya pada siang dan sore hari. Suhu di Tangerang diprediksi berkisar 25-31 derajat Celsius.
Peringatan Dini dan Imbauan Kewaspadaan
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode hingga 5 Maret 2026, yang disebabkan oleh dinamika atmosfer aktif seperti La Niña lemah, Madden Julian Oscillation (MJO), dan sirkulasi siklonik. Fenomena ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Jabodetabek.
Selain itu, BMKG turut mengingatkan potensi banjir pesisir atau banjir rob yang dapat melanda sejumlah wilayah pesisir di Indonesia hingga 13 Maret 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan Bulan Purnama pada 3 Maret 2026, yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Dampak yang diantisipasi meliputi gangguan pada aktivitas pelabuhan, pemukiman pesisir, serta operasional tambak garam dan perikanan darat.
Masyarakat di seluruh wilayah Jabodetabek diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers virtual sebelumnya, menyatakan, “Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di awal Maret, khususnya di wilayah Jabodetabek.” Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk membawa perlengkapan hujan dan terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.