PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) hingga awal Maret 2026 belum mengumumkan rencana pasti terkait penawaran umum perdana (IPO) saham anak usahanya. Manajemen perusahaan menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah penguatan kinerja operasional dan restrukturisasi internal perusahaan.
RUPST 2026 Akan Bahas Dividen
Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BNBR untuk tahun buku 2025 dijadwalkan akan dilaksanakan pada kuartal kedua tahun 2026. Salah satu agenda krusial yang akan dibahas dalam RUPST tersebut adalah mengenai kebijakan dividen.
Direktur Utama BNBR, Anindya Bakrie, sempat menyinggung pada akhir 2025 lalu bahwa keputusan terkait IPO anak usaha akan sangat bergantung pada kondisi pasar modal dan kesiapan internal perusahaan. Anindya juga menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Namun, ia menambahkan bahwa dividen akan diputuskan setelah mempertimbangkan laba ditahan dan kebutuhan investasi perusahaan ke depan.
Kinerja Keuangan dan Potensi Anak Usaha
Pada laporan keuangan kuartal IV 2025, BNBR mencatatkan peningkatan pendapatan konsolidasi sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh segmen manufaktur dan infrastruktur.
Beberapa anak usaha BNBR yang kerap disebut-sebut memiliki potensi untuk melantai di bursa adalah PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) dan PT Bakrie Autoparts. Kendati demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak manajemen terkait rencana IPO kedua entitas tersebut.
Analis pasar modal memprediksi bahwa BNBR kemungkinan akan menunda rencana IPO anak usaha hingga kondisi ekonomi global dan domestik lebih stabil. Hal ini mengingat volatilitas pasar yang masih terjadi saat ini.
Keputusan dividen BNBR selalu menjadi perhatian para investor, mengingat perusahaan ini memiliki sejarah panjang di pasar modal Indonesia. RUPST 2026 akan menjadi penentu apakah pemegang saham akan menerima pembagian keuntungan dari kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025.