BNBR Kantongi Restu Rights Issue Rp 5 Triliun, Perkuat Modal dan Ekspansi Energi Terbarukan

news, article, trending, viral, berita

(BNBR) telah mengantongi persetujuan untuk melangsungkan aksi korporasi penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau . Keputusan penting ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa () yang digelar pada awal tahun 2026.

Perseroan menargetkan perolehan dana segar hingga Rp 5 triliun dari rights issue ini. Dana tersebut direncanakan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan, mendanai ekspansi bisnis di sektor dan infrastruktur, serta dialokasikan untuk pembayaran utang kepada pihak ketiga dan modal kerja.

Langkah Strategis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Utama BNBR, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa persetujuan rights issue merupakan langkah strategis yang krusial untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan perusahaan. “Kami optimis rights issue ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja perseroan ke depan,” ujarnya.

Rasio rights issue telah ditetapkan sebesar 10:3, yang berarti setiap 10 saham lama akan memberikan hak kepada pemegang saham untuk mendapatkan 3 HMETD. Harga pelaksanaan aksi korporasi ini diperkirakan akan diumumkan lebih lanjut setelah perseroan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Komitmen Pemegang Saham Mayoritas dan Pandangan Analis

Komitmen kuat terhadap masa depan BNBR ditunjukkan oleh pemegang saham mayoritas, PT Bakrie Capital Indonesia, yang menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya dalam rights issue ini. Hal ini memberikan sinyal positif bagi pasar terkait dukungan terhadap strategi perusahaan.

Sementara itu, analis pasar modal menyambut positif rencana rights issue BNBR. Mereka menyoroti potensi bisnis di sektor energi terbarukan yang tengah berkembang pesat sebagai salah satu pendorong utama. Namun, para analis juga mengingatkan investor untuk mencermati harga pelaksanaan dan potensi dilusi yang mungkin terjadi akibat penerbitan saham baru.

Periode perdagangan HMETD diperkirakan akan berlangsung pada kuartal kedua tahun 2026, setelah semua persyaratan regulasi terpenuhi. Aksi korporasi ini diharapkan dapat memberikan suntikan modal signifikan bagi BNBR untuk merealisasikan rencana ekspansi dan memperkuat posisi di industri strategis.