PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 13,03 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Senin, 9 Maret 2026. Jumlah dividen tersebut setara dengan 65% dari total laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 20,04 triliun.
Dengan penetapan ini, setiap pemegang saham BBNI berhak menerima dividen sebesar Rp 349,41 per saham. Potensi dividend yield dari BBNI diperkirakan mencapai kisaran 8,16% hingga 8,2% jika mengacu pada harga saham terkini di level Rp 4.240 sampai Rp 4.280 per lembar.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa keputusan pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan nilai optimal kepada pemegang saham. Di sisi lain, BNI juga tetap menjaga fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan. Sebanyak 35% dari laba bersih tahun 2025, atau sekitar Rp 7,01 triliun, dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Dana ini akan dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi bisnis serta memperkuat struktur permodalan BNI di tengah dinamika industri perbankan.
Kinerja Laba BBNI Terkoreksi di Tahun 2025
Meskipun dividen yang dibagikan terbilang tebal, BNI mencatatkan koreksi pada laba bersihnya. Sepanjang tahun 2025, laba bersih BBNI tercatat sebesar Rp 20,04 triliun, turun sekitar 6,63% dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp 21,46 triliun. Penurunan laba ini sejalan dengan ekspektasi konsensus analis.
Dari sisi pendapatan bunga bersih, BBNI relatif stabil di angka Rp 40,33 triliun sepanjang 2025, sedikit menurun dari Rp 40,48 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, pendapatan bunga BNI secara keseluruhan naik 4,22% menjadi Rp 69,39 triliun. Peningkatan ini diiringi dengan lonjakan beban bunga sebesar 11,33% menjadi Rp 29,06 triliun. Tingginya beban bunga ini salah satunya disebabkan oleh kenaikan cost of fund di tengah kondisi makroekonomi dengan suku bunga tinggi.
Jadwal Pembayaran Dividen BBNI
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jadwal pembagian dividen tunai BBNI adalah sebagai berikut:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 17 Maret 2026
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 25 Maret 2026
- Cum dividen di pasar tunai: 26 Maret 2026
- Ex dividen di pasar tunai: 27 Maret 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak atas dividen tunai: 26 Maret 2026 pukul 16.00 WIB
- Pembayaran dividen: 7 April 2026
Prospek Perbankan dan Kebijakan Dividen Bank Lain
Selain pembagian dividen, RUPST BBNI juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai transaksi maksimal Rp 905,48 miliar. Langkah ini menjadi salah satu instrumen perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham dan memberikan fleksibilitas pengelolaan modal perusahaan.
Secara umum, sektor perbankan Indonesia menunjukkan optimisme. Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) Triwulan IV-2025 mengindikasikan kinerja perbankan yang solid hingga akhir 2025, didorong oleh ekspektasi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit, serta membaiknya kondisi makroekonomi domestik. Analis juga memproyeksikan valuasi saham empat bank besar, termasuk BBNI, berpotensi pulih pada tahun 2026 berkat perbaikan laba bersih, potensi yield dividen yang menarik, dan kembalinya arus dana asing ke Indonesia.
Bank-bank besar lainnya juga telah mengumumkan atau diprediksi akan membagikan dividen yang signifikan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah menyetujui dividen sebesar Rp 336 per saham, dengan total Rp 41,4 triliun atau 72% dari laba bersih 2025, yang merupakan dividend payout ratio tertinggi BCA. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diprediksi menebar dividen final Rp 322 per saham dengan rasio 70% untuk tahun buku 2026. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diperkirakan akan membagikan dividen final Rp 187 per saham dengan rasio 85%.