Klub sepak bola asal kota kecil Bodø, Norwegia, FK Bodø/Glimt, kembali mengguncang panggung Eropa. Tim berjuluk “Pembunuh Raksasa” ini baru saja mengukir sejarah dengan memastikan diri lolos ke babak 16 besar UEFA Champions League (UCL) musim 2025/2026, sebuah pencapaian monumental bagi klub dari Lingkar Arktik.
Keberhasilan terbaru Glimt datang setelah menyingkirkan finalis Liga Champions musim lalu, Inter Milan, dalam babak playoff yang dramatis. Mereka tampil perkasa dengan kemenangan agregat telak 5-2. Setelah unggul 3-1 di leg pertama yang digelar di kandang mereka, Aspmyra Stadion, Glimt kembali mengejutkan dengan menundukkan Nerazzurri 2-1 di markas Inter, Stadion Giuseppe Meazza, pada Kamis dini hari, 26 Februari 2026.
Perjalanan sensasional Bodø/Glimt di Liga Champions musim ini tidak hanya berhenti pada Inter Milan. Di fase liga UCL, mereka telah menunjukkan ketajaman yang luar biasa dengan mengalahkan tim-tim elite Eropa lainnya. Pada 20 Januari 2026, Glimt berhasil menumbangkan Manchester City dengan skor 3-1 di kandang. Tak hanya itu, tim asuhan Kjetil Knutsen juga memaksa Atletico Madrid menyerah 2-1 di kandang mereka sendiri pada 28 Januari 2026. Ini menjadikan Bodø/Glimt sebagai klub pertama sejak Ajax pada musim 1971/1972 yang berhasil mencatatkan empat kemenangan beruntun melawan tim-tim dari lima liga top Eropa.
Filosofi Kjetil Knutsen: Kerja Keras dan Keberanian Tanpa Batas
Di balik dongeng Bodø/Glimt, ada sosok pelatih Kjetil Knutsen yang menjadi arsitek utama. Knutsen dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang yang berani, strategi high-pressing yang cerdas, dan semangat kolektif yang tinggi. Dalam sebuah wawancara, Knutsen menegaskan mentalitas timnya. “Selalu ada caranya, itulah yang kami lakukan di tiap pertandingan,” ujarnya.
Kolektivitas permainan dan taktik tangguh Knutsen bahkan pernah mendapat pujian dari pelatih legendaris sekelas Jurgen Klopp. Keberhasilan ini juga disokong oleh performa individu yang luar biasa dari para pemain kunci. Jens Petter Hauge, mantan pemain AC Milan, menjadi motor serangan utama dan mencetak gol krusial di kedua leg melawan Inter Milan. Penyerang muda Håkon Evjen juga turut menyumbangkan gol penting di leg kedua kontra Inter dan saat menghadapi Manchester City. Selain itu, Kasper Høgh tampil sebagai bintang di leg pertama melawan Inter dengan satu gol dan dua assist, sementara Patrick Berg dan Ulrik Saltnes menjaga keseimbangan lini tengah.
Konsistensi di Domestik dan Jejak Eropa Sebelumnya
Di kompetisi domestik, Eliteserien 2025, Bodø/Glimt menunjukkan konsistensi dengan finis di posisi kedua, hanya terpaut satu poin dari juara Viking. Mereka juga menjadi tim dengan gol terbanyak dan kebobolan paling sedikit di liga Norwegia musim tersebut. Hasil ini mengamankan satu tempat di kualifikasi UEFA Europa League 2026/2027.
Sebelumnya, Glimt juga telah menorehkan jejak impresif di kancah Eropa. Pada musim 2024/2025, mereka berhasil mencapai semifinal UEFA Europa League, sebuah prestasi bersejarah bagi klub Norwegia, setelah menyingkirkan SS Lazio melalui adu penalti di perempat final. Mereka juga pernah mencatatkan kemenangan telak 6-1 atas AS Roma di fase grup UEFA Europa Conference League pada tahun 2022, dan kembali mengalahkan tim ibu kota Italia itu 2-1 di perempat final.
Dengan nilai pasar pemain yang relatif kecil, sekitar 53 juta Euro, dibandingkan raksasa Eropa lainnya, Bodø/Glimt membuktikan bahwa manajemen cerdas, pengembangan pemain, dan filosofi yang kuat dapat membawa tim dari liga kecil bersaing di level tertinggi. Aspmyra Stadion, markas mereka yang berkapasitas 8.500 kursi, juga dikenal angker bagi tim tamu, menambah faktor keunggulan mereka.
Kini, Bodø/Glimt menatap babak 16 besar Liga Champions dengan optimisme tinggi. Undian untuk babak selanjutnya akan diumumkan pada Jumat, 27 Februari 2026, di mana mereka berpotensi menghadapi tim-tim kuat seperti Sporting Lisbon atau bahkan Manchester City lagi. Kisah dongeng dari Lingkar Arktik ini terus berlanjut, menempatkan kota Bodø di peta sepak bola dunia.